Wisata Anyer

Tradisi Maulid Nabi di Kalang Anyar Kota Serang, 3000 Ember Penuhi Halaman Masjid

DPRD Kota Serang Maulid Nabi

SERANG – Pemandangan tak biasa terlihat di halaman depan Masjid Jami Al-Islam, Kampung Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (25/8/2026).

Ribuan ember berjajar memenuhi area tersebut, menjadi bagian dari tradisi warga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Sebanyak 3.000 ember dikumpulkan secara swadaya oleh warga RT 1 hingga RT 4. Ember-ember tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat yang mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Sekretaris Panitia Maulid Nabi Kampung Kalang Anyar, Jubaedi, mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti tradisi tahunan tersebut cukup tinggi.

Dari sekitar 500 undangan resmi, jumlah warga yang hadir diperkirakan mencapai 2.500 orang.

“Yang terkumpul sekitar 3.000 ember. Undangan sekitar 500, tapi yang datang sekitar 2.500 orang,” kata Jubaedi.

Besarnya jumlah warga yang hadir membuat kegiatan Maulid Nabi tidak hanya terpusat di Masjid Jami Al-Islam. Sebagian masyarakat diarahkan ke sejumlah rumah warga yang telah disiapkan sebagai lokasi mengikuti acara.

Sekitar 1.000 warga mengikuti kegiatan dari rumah-rumah tersebut. Setiap rumah menampung sekitar 50 orang, sementara kapasitas masjid, aula, dan teras hanya mampu menampung sekitar 1.500 orang.

“Yang tidak kebagian tempat di masjid kita alokasikan ke rumah warga. Kurang lebih 50 orang per rumah,” ujarnya.

Disperindag Maulid Nabi

Panitia juga menyiapkan sekitar 2.700 parsel untuk dibagikan kepada warga yang hadir, ditambah 200 paket sebagai cadangan. Apabila masih terdapat bingkisan yang tersisa, panitia berencana menyalurkannya ke sejumlah pesantren.

Tradisi berbagi ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat. Dari sekitar 350 rumah yang ada di Kampung Kalang Anyar, setiap keluarga menyumbangkan sedikitnya 15 ember, dengan jumlah sumbangan disesuaikan kemampuan masing-masing.

Selain ember dan parsel, warga juga menyiapkan sekitar 150 hiasan berukuran panjang untuk memeriahkan suasana Maulid Nabi. Tahun ini, warga turut memperbanyak penggunaan buket uang dan berbagai bentuk bingkisan.

Jubaedi menegaskan, seluruh bingkisan yang dikumpulkan warga diperuntukkan bagi masyarakat yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi. Panitia tidak mengambil bagian dari hasil swadaya tersebut.

“Yang sudah dikeluarkan masyarakat itu bukan hak panitia, tapi hak yang datang. Kalau ada sisa, nanti kita antar juga ke pesantren-pesantren,” katanya.

Bagi masyarakat Kampung Kalang Anyar, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi telah menjadi tradisi yang mempererat kebersamaan warga.

Setiap keluarga turut mengambil bagian dengan membawa hasil swadaya dari rumah untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Jubaedi mengatakan peringatan Maulid Nabi dilaksanakan setiap 12 Rabiul Awal sebagai momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi berbagi tersebut sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

“Setiap tahun kita laksanakan tanggal 12 Maulid, di hari lahirnya Kanjeng Nabi dan wafatnya Kanjeng Nabi. Kita memperingati untuk mengambil keberkahan dari Kanjeng Nabi, supaya nanti di yaumil kiamah kita mendapat syafaat dari beliau,” tuturnya.

Tradisi ribuan ember di Kalang Anyar pun kembali menjadi simbol kuat gotong royong warga. Bukan sekadar tumpukan ember, tetapi gambaran bagaimana masyarakat menjaga tradisi Maulid Nabi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.***

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien