Wisata Anyer

Sumber Air Melimpah dan Mudahnya Pupuk Bersubsidi, Kecamatan Padarincang Sumbang 18 ribu ton Beras Pertahun

 

SERANG – Kecamatan Padarincang terus menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Kabupaten Serang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, mengungkapkan total luas lahan pertanian di wilayah ini mencapai 3.648 hektare dengan intensitas panen hingga tiga kali dalam setahun.

“Rata-rata produksi padi per hektare mencapai 5 sampai 6 ton. Kalau dikalikan dengan luas lahan, totalnya mencapai sekitar 18.000 ton beras per tahun,” ujarnya saat peringatan Hari Pangan Sedunia di Padarincang, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, Padarincang merupakan penyumbang terbesar untuk ketahanan pangan di Kabupaten Serang.

Hasil panen padi sebagian besar digunakan untuk konsumsi masyarakat lokal. Berbeda dengan wilayah pantura, petani di Padarincang cenderung menyimpan hasil panennya untuk kebutuhan rumah tangga dan dijual ke pasar.

Selain padi, Padarincang juga menghasilkan berbagai komoditas hortikultura seperti jagung, timun, terong, kedelai, dan durian di wilayah dataran tinggi.

Potensi durian bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata karena banyak diburu pengunjung dari luar daerah.

Ketua Forum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Padarincang, Haris Munandar, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif dalam menggerakkan sektor pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum penting bagi petani.

“Dengan festival pangan ini, para petani yang setahun penuh bekerja di lahan akan lebih termotivasi untuk terus mempertahankan usaha dan meningkatkan hasil produksi. Kami juga sudah mampu memasok sekitar 140 ton beras ke Bulog dalam dua bulan terakhir, dan hampir 200 ton gabah,” ungkap Haris.

Sementara itu, Suhardjo menambahkan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Serang saat ini masih mencukupi. Namun, serapannya masih tergolong rendah.

“Hingga Agustus kemarin, serapan pupuk subsidi baru sekitar 48 persen. Masih banyak stok yang belum dimanfaatkan. Target kami penyerapan bisa naik minimal 90 persen pada akhir tahun,” jelasnya.

Petani di Padarincang mendapatkan pupuk subsidi jenis Urea seharga Rp2.250 per kilogram dan NPK seharga Rp2.300 per kilogram.

Penebusan pupuk dilakukan langsung di kios resmi, terutama bagi petani yang tergabung dalam ERDKK.

Dengan luas lahan pertanian, hasil panen tinggi, dan dukungan sarana produksi yang memadai, Padarincang menjadi wilayah strategis dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Serang.

Pemerintah daerah pun mendorong kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan pangan di wilayah ini semakin optimal. (*/Fachrul)

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien