Tak Punya Uang untuk Berobat, Penderita Tumor di Kota Serang Ini Butuh Bantuan

SERANG – Salamah (32 ) warga kampung Andamui Tengah, Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, hanya bisa pasrah terbaring selama 6 bulan, lantaran tak mempunyai biaya untuk berobat.

Suaminya, Rohim (39) mengaku tak mampu membiayai pengobatan istrinya. Pasalnya, upah hasil kerjanya sebagai buruh harian terkadang tak mencukupi untuk makan keluarganya.

Keduanya menunggu uluran tangan orang yang mau membantu pengobatan. Karena kata dia, kartu BPJS PBI miliknya sudah tak aktif kembali.

“(Sebelumnya) dianggap sudah sembuh karena tak terasa apa-apa, namun 6 bulan terakhir timbul benjolan dalam perut dan dibawa ke RSUD Banten oleh kader desa kami. Namun pemeriksaan terhenti di tengah jalan karena harus adanya pemeriksaan lab di luar rumah sakit dan memakan biaya yang cukup lumayan besar,” cerita Rohim, Kamis (16/9/2021) pekan lalu.

Rohim menuturkan, istrinya sudah terbaring selama 6 bulan. Namun belum ada pihak pemerintah yang membantu untuk pengobatan istrinya.

Untuk saat ini, Salamah didampingi oleh relawan Fesbuk Banten News (FBn) dan mahasiswa Untirta yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat dari kampusnya.

Relawan FBN Fajar Pratama menungkapkan, bahwa Salamah Didiagnosa menderita tumor Ovarium, hal itu diketahui setelah melakukan pemerikasaan di RSUD Banten sebagai Rumah Sakit rujukan dari Puskesmas Curug.

“Beliau Berobat menggunakan fasilitas SKTM karena Untuk BPJS PBI yang dibayar oleh APBD tidak aktif. Sebelumnya beliau pernah melakukan pengobatan di RSUDP Serang dan didampingi oleh kader dari Sebuah Organisasi,” ungkap Fajar.

Pada Rabu 22 September lalu, lanjut Fajar, pihaknya membawa Salamah ke Sebuah Laboratorium untuk memeriksa penyakitnya.

“Ke lab (laboratorium) juga uangnya diberi dari teman yang peduli terhadap pasien tak mampu sebesar Rp600 ribu. Nanti pekan depan kita bisa ketahui, langkah apa yang mesti dilakukan pihak RSUD Banten terhadap Salamah,” katanya.

Apapun keputusan dokter, jika memang harus dirujuk ke Jakarta, tegas Fajar, relawan akan berusaha mendampingi salamah.

Dia juga berharap kartu BPJS bisa diaktifkan, supaya memudahkan proses pengobatan.

“Dan jika ada dermawan yang mau membantu biaya untuk pengobatan,kami sangat terbuka. Karena segala kebutuhan obat perlu biaya. Apalagi tanpa BPJS, ada BPJS pun banyak obat yang harus dibeli sendiri,” tutupnya. (*/Faqih)