Aksi Aliansi BEM Banten Bersatu, Tuntut Gubernur Andra Soni Mundur

SERANG–Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Banten Bersatu menggelar aksi di depan gerbang KP3B, Rabu (26/8/2026). Aksi ini merupakan refleksi 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai kampus se-Banten ini menyoroti sejumlah persoalan krusial mulai dari pendidikan, pertambangan, lingkungan, ketenagakerjaan, hingga pemerataan pembangunan.
Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari mendesak agar Gubernur Andra Soni Mundur dari jabatannya apabila tak bisa menuntaskan sejumlah masalah yang ada.
Desakan ini disampaikan Suci dalam aksinya dihadapan para pejabat Pemprov Banten, yakni Sekda Deden Apriandhi Hartawan, Kepala ESDM Ari James, Ketua DPRD Fahmi Hakim.
“Masyarakat Banten jangan sampai tertipu, terdaya oleh janji-janji pejabat. Nyaris dua tahun Gubernur Banten Andra Soni memimpin, jika tidak siap menjalankan program maka mundur. Gak usah jadi gubernur kalau gak mau denger aspirasi masyarakat,” kata Mahasiswa Untirta itu.
Selama 81 tahun merdeka, kata Suci, masih banyak PR besar yang belum diselesaikan pemerintah, khususnya di Banten. Karena itu mahasiswa turun ke jalan untuk mengingatkan Andra dan juga Dimyati atas tanggung jawabnya.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah di Banten, ketimpangan fasilitas pendidikan, kekurangan tenaga pendidik, serta persoalan pelaksanaan program sekolah gratis yang belum merata.
Mereka mendesak pemerintah melakukan pemerataan pendidikan dan penguatan pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

“Jangan sampai lulusan Banten tidak terserap karena tidak sesuai kebutuhan industri,” tegas Suci.
Selain pendidikan, sorotan juga mengarah pada aktivitas pertambangan ilegal, kendaraan tambang, dan kendaraan Over Dimensi Over Loading (ODOL) yang dinilai merusak jalan dan mencemari lingkungan.
Mahasiswa meminta penindakan tegas dan transparan terhadap aktivitas ilegal serta evaluasi fungsi aparat dalam penegakan hukum.
“Negara jangan tutup mata. Tambang ilegal dan ODOL sudah meresahkan warga, merusak lingkungan, dan membahayakan pengguna jalan,” kata salah satu orator.
Di bidang ekonomi, BEM Banten Bersatu meminta agar investasi dan industrialisasi di Banten benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Hal itu bisa dilakukan melalui prioritas penyerapan tenaga kerja lokal dan perlindungan hak-hak pekerja.
Mereka juga menyoroti pembangunan yang masih timpang antarwilayah. Menurut mahasiswa, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di satu kawasan, tetapi harus menyentuh daerah tertinggal agar kesenjangan bisa berkurang.
“Apabila tak diindahkan tuntutan kami dalam 7 hari, maka kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak,” tutup Suci.
Mewakili Pemprov Banten, Deden menerima sejumlah tuntutan peran mahasiswa. Ia akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Andra Soni. ***


