Walikota Serang Targetkan Program Serang Mengaji Kembali Berjalan, Siswa Baru SMP Dibidik Tuntas Bisa Baca Al-Qur’an dalam 3 Bulan
SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menggulirkan program Serang Mengaji pada tahun ajaran baru 2026/2027. Program ini diawali dalam MPLS di SMPN 9 Kota Serang yang dipimpin Wali Kota Serang Budi Rustandi sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi peserta didik.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, program Serang Mengaji akan kembali dijalankan melalui Satgas Serang Mengaji yang dipimpin KH Enting. Menurutnya, pelaksanaan tahun ini akan diawali dengan pendataan peserta sebelum ditetapkan target capaian.
“Ini dalam rangka menyambut murid baru, kita memasuki program Serang Mengaji lagi. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan target-target yang baru dapat tercapai,” kata Budi. Rabu (15/6/2026).
Ia menjelaskan, target peserta pada tahun ajaran ini belum ditetapkan karena Satgas Serang Mengaji masih melakukan pemetaan jumlah siswa dan kebutuhan pembelajaran.
“Tahun kemarin capaiannya sekitar 98 persen. Sekarang baru dibuka, nanti Ketua Satgas akan melaporkan berapa jumlah peserta, targetnya seperti apa, dan berapa lama pelaksanaannya setelah semuanya dipetakan,” ujarnya.
Budi juga mengungkapkan, program Serang Mengaji mulai menjadi perhatian daerah lain. Bahkan, menurutnya, Gubernur Bengkulu pernah datang langsung ke Kota Serang untuk mempelajari pelaksanaan program tersebut.
“Beliau datang menanyakan terkait Satgas Serang Mengaji. Artinya program ini sudah menjadi perhatian dan bisa menjadi rujukan bagi daerah lain,” katanya.
Selain menyasar pelajar, Pemkot Serang juga berencana memperluas program Serang Mengaji kepada aparatur sipil negara (ASN). Menurut Budi, rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dan dipusatkan di Masjid Al Madani dengan melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang juga tergabung dalam Satgas Serang Mengaji.
“Insyaallah nanti kita akan kolaborasikan juga untuk ASN. Ketua DKM Masjid Al Madani juga masuk dalam Satgas Mengaji sehingga program ini bisa berjalan bersama,” ucapnya.
Budi menegaskan, kecintaannya terhadap Al-Qur’an berangkat dari pengalaman pribadi saat masih kecil yang belajar mengaji di madrasah selepas pulang sekolah.
“Dulu saya sekolah negeri, setelah pulang sekolah sore hari belajar di madrasah. Dari situlah saya bisa mengaji. Karena sekarang saya memiliki kewenangan sebagai wali kota, kewenangan itu saya gunakan untuk kebaikan, termasuk memperjuangkan pendidikan agama bagi anak-anak di Kota Serang,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, siswa baru akan dipetakan berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, mulai dari makharijul huruf hingga tajwid.
“Nanti kita klasterkan kemampuan mereka. Target Satgas bersama Dinas Pendidikan, dalam waktu tiga bulan seluruh siswa kelas VII sudah bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.
Ahmad Nuri menjelaskan, program tersebut akan diintegrasikan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, program itu juga bertujuan membangun kecerdasan akademik, spiritual, moral, serta kepedulian sosial peserta didik.
Ia juga meminta seluruh kepala sekolah dan guru, khususnya guru pendidikan agama, tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung percepatan program, Satgas Serang Mengaji akan mengonsolidasikan relawan guru mengaji yang akan disebar ke seluruh sekolah di Kota Serang.
“Ketua Satgas mulai hari ini akan mengonsolidasikan relawan-relawan. Dengan kekurangan guru agama yang ada, relawan akan disebar ke seluruh Kota Serang. Targetnya dalam tiga bulan program Kota Serang Mengaji ini bisa berjalan optimal,” pungkasnya. ***


