Wisata Anyer

Satgas Serang Mengaji Optimistis Target 3 Bulan Tuntaskan Buta Aksara Al-Qur’an Siswa Baru SMPN, Begini Penjelasannya

SERANG – Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji menargetkan pengentasan buta aksara Al-Qur’an bagi peserta didik baru di Kota Serang dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

Target tersebut dinilai realistis karena kemampuan membaca Al-Qur’an siswa baru tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Satgas Serang Mengaji, KH Enting Abdul Karim, mengatakan mayoritas siswa kelas VII yang baru diterima di SMP sudah mengenal huruf hijaiyah. Kondisi itu menjadi modal utama untuk mempercepat proses pembelajaran.

“Target tiga bulan itu kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan karena ternyata tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini rata-rata siswa kelas VII sudah mengenal huruf Al-Qur’an. Itu yang membuat kami bangga,” ujarnya, Rabu (15/6/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Satgas Serang Mengaji mengandalkan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Serang, sekitar 2.310 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta relawan Serang Mengaji yang diterjunkan ke sekolah-sekolah.

Menurut KH Enting, relawan akan membantu sekolah yang kekurangan tenaga pengajar dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an.

“Di Kota Serang ada sekitar 2.310 guru PAI. Itu akan terus kami konsolidasikan bersama relawan Serang Mengaji. Relawan akan door to door ke sekolah-sekolah dalam rangka pengentasan buta aksara Al-Qur’an,” katanya.

Ia mencontohkan di SMP Negeri 9 Kota Serang yang memiliki sekitar 362 peserta didik baru. Dengan lima guru PAI yang ada, Satgas menurunkan satu hingga dua relawan untuk membantu proses pembelajaran.

“Jadi dibantu oleh guru PAI dan relawan agar proses pembelajaran lebih optimal,” ucapnya.
KH Enting menjelaskan, bagi siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, kegiatan tadarus dilakukan selama 15 hingga 20 menit sebelum pelajaran dimulai.

Sementara bagi siswa yang belum mampu membaca, pembelajaran dilakukan secara khusus dengan metode yang disesuaikan oleh masing-masing guru atau ustaz.

“Metodenya kami serahkan kepada guru atau ustaz, bisa menggunakan Iqra atau metode lainnya. Yang terpenting target pengentasan buta aksara Al-Qur’an bisa tercapai,” jelasnya.

Selain mendapat perhatian di Kota Serang, program Serang Mengaji juga mulai dilirik daerah lain. KH Enting mengungkapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan melakukan kunjungan untuk mempelajari program tersebut.

Menurutnya, ketertarikan itu bermula setelah program Serang Mengaji banyak diperbincangkan di media sosial.

“Gubernur Bengkulu melalui protokol berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Serang karena ingin melihat langsung bagaimana program Serang Mengaji berjalan. Mereka ingin menginisiasi program serupa di Bengkulu,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Kota Serang menjadi daerah pertama yang memanfaatkan perangkat televisi bantuan pemerintah pusat dalam skala besar untuk mendukung pelaksanaan program Serang Mengaji.

Tak hanya menyasar pelajar, program Serang Mengaji juga akan diperluas kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

KH Enting mengatakan, Wali Kota Serang Budi Rustandi telah memasukkan Ketua DKM Masjid Madani, KH Mukhtar Saleh, ke dalam struktur kepengurusan Satgas Serang Mengaji sebagai bagian dari penguatan program tersebut.

Menurutnya, pembinaan ASN bukan karena seluruh ASN belum bisa mengaji, melainkan untuk membangun budaya membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas kerja.

“Bukan berarti ASN belum bisa mengaji. Banyak yang sudah lancar, tetapi ada juga yang masih perlu belajar. Keinginan Pak Wali adalah membiasakan ASN datang ke masjid, membaca Al-Qur’an dua atau tiga ayat, salat duha, kemudian baru masuk ke ruang kerja. Itu yang ingin dibangun sebagai budaya,” pungkasnya. ***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien