Direkam Diam-diam oleh Oknum Terapis Pijat Panggilan, Warga Tangerang Ini Curhat Jadi Korban Pemerasan dan Teror
TANGERANG – Niat untuk relaksasi justru berujung trauma. Seorang warga Tangerang mengaku menjadi korban dugaan pemerasan dan teror digital oleh oknum yang menawarkan jasa terapis pijat panggilan.
Kasus ini terungkap setelah korban mengunggah kronologi lengkap beserta bukti tangkapan layar chat, bukti transfer, dan riwayat spam di media sosial.
Melalui akun Instagramnya, rahmanbutuhduitbanget, korban menjelaskan duduk perkara peristiwanya. Bermula ketika ia memesan jasa terapis pijat panggilan. Pada saat sesi berlangsung, korban menduga dirinya direkam secara diam-diam oleh pelaku tanpa izin.
Beberapa waktu kemudian, rekaman tersebut digunakan pelaku untuk menekan korban. Korban mengaku telah mentransfer uang dalam jumlah besar selama beberapa bulan ke rekening e-wallet yang ditunjuk pelaku.
“Udah diminta duit over few months. Pas gue udah gamau ngasih, dia kayak gini,” ujar korban, Jum’at (24/7/2026).
Dari bukti yang diunggah, terlihat ada transaksi transfer dengan nominal ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Korban mengaku sudah memohon agar pemerasan dihentikan, namun permintaan justru semakin bertambah.
Puncak teror terjadi setelah korban memblokir kontak pelaku. Alih-alih berhenti, pelaku justru melancarkan serangkaian serangan digital yang membuat aktivitas korban lumpuh.
Berdasarkan unggahan yang dibagikan korban, terdapat bukti puluhan notifikasi masuk ke e-wallet dengan nominal Rp1. Di kolom catatan ditulis pesan-pesan ancaman dan makian. Modus ini digunakan pelaku agar notifikasi terus muncul di HP korban.
“Bahkan kalo gue ga respon ntar nih wa gue tiba-tiba muncul chat permintaan otp,” tulisnya.
Nomor korban juga diserang spam kode OTP dari WhatsApp, GoPay, DANA, dan OVO secara nonstop selama berjam-jam. Tujuannya diduga agar korban tidak bisa mengakses akunnya dan merasa tertekan.
Pelaku disebut mencari data pribadi korban di Google dan media sosial kampus. Setelah itu pelaku mengancam akan menyebarkan foto dan narasi fitnah ke keluarga, teman, serta lingkungan kampus korban.
“Before dia mulai cari tau semua tentang gue di g*ogle, and also akun kampus gue juga, literally buat apapun buat ngancem gue demi duit,” kata dia.
Dalam screenshot percakapan yang diunggah, terdapat kalimat ancaman secara terang-terangan. Pelaku menulis akan mencari dan melontarkan ancaman nyawa.
“Gw akan cari lu, sampai mati” dan “Gw buat lu mati lu”, tulis pelaku melalui unggahan dari chat yang ditampilkan korban.
“Udah pernah ditf karena gue lagi kerja, dan lagi meeting pun di telepon-telepon dan dichat-chat dengan harapannya bisa berhenti, malah kena prank, karena oknumnya jadi keenakan,” ungkap korban. (*/Ajo)

