Wisata Anyer

Kembali Makan Korban, Anak Perempuan Tenggelam di Danau Alun-Alun Pemda Tigaraksa

TANGERANG — Danau bekas galian pasir di kawasan Pemda Tigaraksa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kembali menelan korban jiwa.

Seorang anak perempuan berusia 13 tahun berinisial P, warga Kampung Muncung, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, meninggal dunia setelah tenggelam di danau tersebut, Rabu (16/9/2026).

Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan tunggal. Lokasi yang diketahui memiliki kedalaman lebih dari lima meter itu disebut telah menyimpan catatan kelam. Pada Juni 2004, dua anak dilaporkan tenggelam di danau yang sama.

Kembali jatuhnya korban setelah lebih dari dua dekade menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan di lokasi tersebut.

Terlebih, danau bekas galian dengan kedalaman ekstrem dapat menjadi sangat berbahaya bagi warga, khususnya anak-anak yang tidak mengetahui karakteristik dasar danau.

Kapolsek Tigaraksa AKP Iwan Wahyudi mengatakan, peristiwa terbaru terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban datang ke lokasi bersama tiga orang temannya sekitar pukul 11.30 WIB.

Keempat anak tersebut kemudian berenang di danau bekas galian pasir tersebut.

“Teman-teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Setelah itu mereka meminta bantuan kepada warga dan petugas,” ujar Iwan.

Informasi mengenai kejadian itu kemudian diterima warga bernama Ardian.

Bersama warga lainnya, upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan petugas BPBD Kabupaten Tangerang dan pemadam kebakaran.

Setelah sekitar satu setengah jam pencarian, korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tigaraksa untuk pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan menyatakan korban telah meninggal dunia.

Polsek Tigaraksa selanjutnya melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta mendata sejumlah saksi.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti keberadaan danau-danau bekas galian yang masih terbuka dan berpotensi menjadi lokasi berbahaya bagi masyarakat.

Jika benar lokasi tersebut telah pernah menelan korban pada 2004 dan kini kembali terjadi korban jiwa, maka persoalan keselamatan di sekitar danau layak menjadi perhatian, bukan hanya setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga sebagai langkah pencegahan.

Apalagi, lokasi tersebut dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak yang mungkin tidak memahami bahwa permukaan air yang tampak tenang dapat menyembunyikan kedalaman lebih dari lima meter dan kondisi dasar yang berbahaya.

Kapolsek Tigaraksa AKP Iwan Wahyudi mengimbau masyarakat, terutama orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak berenang di danau bekas galian maupun lokasi lain yang memiliki kondisi serupa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka berenang di danau bekas galian atau lokasi lain yang memiliki kedalaman dan kondisi yang membahayakan,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien