Mengenang Pantai Kelapa 7 di Ujung Utara Kota Cilegon

CILEGON – Bagi masyarakat Kota Cilegon tentunya masih ingat atau bahkan sangat mengenal akan keberadaan Pantai Kelapa 7 beberapa tahun yang lalu. Karena objek wisata bahari yang berada di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak ini dulunya selalu ramai dikunjungi masyarakat Cilegon dan sekitarnya.

Dengan demikian, Pantai Kelapa 7 Suralaya dengan segala potensinya semestinya dijadikan destinasi wisata unggulan Kota Cilegon.

Selain selalu ramai oleh pengunjung, terlebih saat libur Hari Raya dan Tahun Baru seperti saat ini, para wisatawan juga disuguhkan pemandangan pantai yang masih alami, kita juga dapat melihat secara langsung kapal-kapal yang berlayar di laut yang membentang di Selat Sunda.

Bahkan karena keindahannya, Pantai ini bukan saja menarik wisatawan dari lokal Cilegon saja, tapi juga mampu menyedot wisatawan dari kota-kota besar lainnya seperti Tangerang dan Jakarta. Dan tentunya tidak sedikit dari kita yang memiliki kenangan indah di Pantai yang memang tinggal kenangan ini.

Hal yang membuat Pantai Kelapa 7 Suralaya ini menjadi kenangan, bisa dipastikan karena pesatnya pembangunan Industri besar di Kota Cilegon. Ya Pantai ini hilang karena tak lepas dari pembangunan unit 9 dan unit 10  PT Indonesia Power yang berkapasitas 2000 MW.

Penambahan unit baru ini merupakan pengembangan bisnis perusahaan listrik negara yang akan akan dibangun di atas lahan puluhan hektar yang diantaranya termasuk Pantai Kelapa 7 ini.

Pada awal tahun 2017 lalu, masih tampak Pantai Kelapa 7 ini ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan. Saat itu banyak diantara wisatawan yang belum mengetahui rencana pembangunan dari PT Indonesia Power tersebut. Namun dalam pantauan faktabanten.co.id beberapa pekan yang lalu, Pantai Kelapa 7 memang kini faktanya hanya tinggal kenangan alias hilang karena sudah direklamasi.

Berwisata tentunya sudah menjadi bagian dari komoditas bagi masyarakat luas, tak hanya bagi kelompok ekonomi mapan, tetapi masyarakat kelas menengah dan bawah pun mulai memandang pentingnya wisata untuk melepas penat dan juga sebagai momen rekreasi keluarga.

Ekonomi kerakyatan tercipta dari pariwisata seperti di Pantai Kelapa 7, dalam kondisi beberapa tahun yang lalu / Dok

Dan tentunya dengan adanya objek wisata, bisa menciptakan perputaran ekonomi kerakyatan yang lebih tertata dan ramah lingkungan dibanding ekonomi yang diciptakan oleh Industri besar.

Miris memang, beberapa tahun sebelumnya keberadaan Pantai Salira Indah yang jaraknya tidak jauh meski masuk wilayah Kabupaten Serang juga sudah hilang. Bahkan Pantai Pulorida yang juga jaraknya berdekatan dengan Pantai Kelapa 7 kini sudah direklamasi dan beralih fungsi menjadi galangan kapal.

Salah satu warga Cilegon, Sulaeman, mengaku sedih dengan hilangnya Pantai Kelapa 7 yang dulu merupakan menjadi tempat favorit yang dikunjungi bersama sang pacar yang kini sudah menjadi isterinya. Ia memberikan pandangannya mengenai hilangnya tempat-tempat wisata pantai di Kota Cilegon.

“Beberapa tahun yang lalu masih banyak wisata bahari di pesisir Merak ini. Tapi saat ini hanya menyisakan kenangan, apalagi Pantai Kelapa 7. Pantai itu banyak sekali menyisakan kenangan indah. Entahlah kemana lagi masyarakat Cilegon bisa berlibur jika semua pantai habis untuk industri?,” ungkapnya.

Begitu juga yang dikatakan Budi, warga Kecamatan Grogol ini megulas perlunya upaya yang serius dari Pemkot Cilegon dalam menyediakan lahan wisata alam, karena merupakan suatu kebutuhan psikologis masyarakat.

“Sektor pariwisata kan untuk menggembirakan masyarakat, masa Pemkot Cilegon tidak ingin masyarakatnya gembira? Dengan pariwisata juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta dapat merangsang upaya pelestarian lingkungan hidup. Berbeda dengan korporasi industri yang tujuannya untuk mencari untung sebesar-besarnya,” ulasnya.

Padahal keberadaan objek wisata di kawasan Merak secara langsung dan tidak langsung bisa mengurai kemacetan di Ciwandan akibat wisatawan pantai yang sekarang hanya terfokus ke Anyer. Namun ya begitulah keadaannya, cerminan pemerintah dan pengusaha kita.

Namun untuk mengawali tahun 2018 Masehi tentunya kita tidak boleh larut oleh kenangan tersebut. Jadikan pelajaran untuk lebih kritis terhadap pemegang otoritas.

Bagi yang ngebet berwisata ke Pantai dan tidak ingin terjebak macet di Anyer, redaksi faktabanten.co.id memberi solusi liburan tahun baru ke objek wisata bahari yang baru di kawasan Merak, yakni di Pulau Merak Kecil. Murah kok hanya bayar Rp 15 ribu; untuk antar-jemput nyebrang ke Pulau kecil yang indah itu. Lokasinya tepat di belakang kantor Polsek Pulomerak. (*/Ilung)