Panen Raya Serentak Nasional, Lebak Torehkan Produktivitas Padi Mencapai 8,96 Ton per Hektare

LEBAK– Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi seluruh Indonesia, Senin (7/4/2025).
Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui konferensi video (Zoom Meeting), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Untuk wilayah Lebak, panen raya dipusatkan di Desa Rahong, Kecamatan Malingping, yang menjadi salah satu sentra pertanian padi unggulan di wilayah selatan Banten.
Panen dihadiri sejumlah pejabat daerah dan institusi terkait, seperti Dandim 0603/Lebak, Kepala Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, Camat Malingping, Kapolsek Malingping, perwakilan dari Pupuk Indonesia, dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Bungah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, menyebutkan bahwa kegiatan panen kali ini menggunakan varietas unggul yakni Inpari 32 dan Ciherang, dengan hasil panen yang menggembirakan.
“Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas rata-rata panen di Desa Rahong mencapai 8,96 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Ini menunjukkan bahwa petani Lebak sangat mampu menjaga kualitas produksi,” kata Rahmat kepada Fakta Banten, Selasa (8/4/2025).
Rahmat menjelaskan, panen dilakukan menggunakan alat mesin pertanian modern Combine Harvester, yang mempercepat proses panen dan mengurangi potensi kehilangan hasil.

Lokasi panen sendiri berada di lahan milik Kelompok Tani Suka Bungah, seluas 100 hektare.
“Dengan harga GKP saat ini di kisaran Rp6.500 per kilogram, maka pendapatan petani per hektare bisa mencapai Rp33,5 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp12 juta, keuntungan bersih petani bisa menembus Rp21,5 juta per hektare,” jelasnya.
Adapun sistem bagi hasil yang digunakan antara pemilik lahan dan penggarap di wilayah ini cukup adil.
“Biasanya pemilik lahan mendapat satu ton gabah per hektare, sisanya untuk penggarap. Sistem ini sudah lama diterapkan dan cukup menyejahterakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan bahwa Desa Rahong memiliki luas lahan baku sawah (LBS) sekitar 250 hektare.
Secara keseluruhan, Kecamatan Malingping memiliki 2.400 hektare LBS, dan Kabupaten Lebak mencatat total LBS sebesar 51.297 hektare.
Sedangkan untuk Provinsi Banten secara keseluruhan, luas LBS mencapai 197.845 hektare.
“Dengan potensi ini, kami optimistis Lebak bisa terus menjadi salah satu lumbung pangan Banten yang berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas beras nasional,” tutup Rahmat. (*/Sahrul).


