Wisata Anyer

Ratusan Warga Lebak Terserang DBD, Dinkes Ingatkan Bahaya Sarang Nyamuk di Rumah

DPRD Kota Serang Maulid Nabi

LEBAK– Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian di Kabupaten Lebak. Hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat sekitar 300 kasus DBD yang dilaporkan dari berbagai wilayah.

Jumlah tersebut merupakan data sementara untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Proses rekapitulasi laporan masih berjalan sehingga angka akhir dapat mengalami perubahan setelah seluruh data dari fasilitas pelayanan kesehatan dihimpun.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan fogging ketika kasus DBD muncul. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan rumah justru menjadi bagian penting dalam memutus tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Pengelola Program DBD Dinkes Lebak, Ina Indriyani, menjelaskan bahwa fogging memiliki prosedur dan tidak dilakukan secara otomatis setiap kali ada laporan warga yang terkena DBD.

Petugas Puskesmas terlebih dahulu melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mengetahui kondisi lingkungan dan melihat kemungkinan adanya penyebaran kasus di sekitar lokasi.

“Untuk fogging ini memang dilakukan berdasarkan kasus. Jadi memang begitu ada kasus kami akan langsung melakukan tindakan,” ujar Ina kepada Fakta Banten, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pengasapan merupakan salah satu langkah pengendalian ketika terdapat kasus dan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan perlunya tindakan tersebut.

Disperindag Maulid Nabi

Karena itu, masyarakat tetap mempunyai peran besar dalam mencegah munculnya kasus baru.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Warga diminta rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menampung air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Hal sederhana di sekitar rumah juga tidak boleh luput dari perhatian. Genangan pada pot tanaman, ember, talang air, wadah bekas, hingga benda-benda yang berada di halaman dapat menjadi tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang.

Dengan jumlah kasus yang sudah mencapai sekitar 300 dalam enam bulan pertama 2026, kewaspadaan masyarakat dinilai perlu ditingkatkan, terutama ketika memasuki periode yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Dinkes juga mengimbau warga tidak menunggu sampai lingkungan dilakukan fogging untuk mulai melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Pencegahan dapat dimulai dari rumah masing-masing dengan memastikan tidak ada tempat yang memungkinkan air tergenang dan menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Masyarakat yang mengalami gejala sakit dan merasa kondisinya semakin memburuk juga dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Upaya menekan kasus DBD pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan. Kebiasaan warga dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti berkembang dan mengurangi risiko penularan DBD di Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien