Penderita ISPA di Cilegon Meningkat, Kecamatan Grogol dan Pulomerak jadi Titik Terawan
CILEGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat adanya peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya, terutama di Kecamatan Grogol dan Pulomerak.
Hingga akhir April 2025, total warga yang terdampak mencapai 256 orang.
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cilegon, Tatang Priatna, mengatakan peningkatan kasus ini diduga kuat berkaitan dengan faktor lingkungan dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
“Kasus ISPA di Cilegon mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya di Kecamatan Grogol. Selama April 2025, tercatat ada 79 kasus baru di kecamatan tersebut,” ujar Tatang, Minggu (11/5/2025).
Ia menjelaskan, mayoritas penderita ISPA merupakan warga berusia di atas lima tahun.
Selain paparan polusi udara dari kendaraan dan aktivitas industri, kebiasaan merokok di dalam rumah juga disebut turut memperburuk kualitas udara dalam lingkungan keluarga.
“Selain faktor eksternal seperti polusi, kebiasaan merokok di dalam rumah memperbesar risiko ISPA pada anggota keluarga,” tambahnya.
Tatang menjelaskan bahwa sebagian besar kasus ISPA masih tergolong ringan dan bisa sembuh dalam waktu sekitar satu minggu dengan penanganan medis yang tepat, seperti pemberian antibiotik.
Namun, ia mengingatkan adanya varian ISPA berat atau ISPA premuni yang gejalanya menyerupai infeksi COVID-19.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Cilegon terus melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah terdampak, khususnya Grogol dan Pulo Merak.
Dengan begitu Dinkes Cilegon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan serta mengurangi aktivitas yang dapat memicu polusi udara.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menghindari aktivitas yang memperburuk kualitas udara. Pencegahan ISPA sangat bergantung pada peran serta masyarakat,” tutupnya. (*/Nandi)

