Tenda-tenda Jemaah Haji Indonesia di Armuzna Akan Dilengkapi Kasur Tebal dan Fasilitas Urinoir
MAKKAH – Fase puncak ibadah haji tinggal menunggu dua pekan lagi.
Sejumlah persiapan menyambut jutaan jemaah umat Islam, masih terus dikebut tanpa mengenal waktu istirahat.
Terutama sejumlah persiapan infrastruktur di kawasan yang akan menjadi tempat pertaubatan seluruh umat manusia, yakni Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna).
Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan memantau langsung persiapan di kawasan Armuzna.
Terlihat kesibukan luar biasa dari para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), terutama Satgas Operasi Armuzna, dalam memastikan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
Saat memasuki gerbang markaz di Padang Arafah, lorong-lorong antar-tenda kini telah dipasangi CCTV untuk pengawasan intensif jemaah selama 24 jam.
Selanjutnya pada fasilitas tenda, kenyamanan jemaah benar-benar diperhatikan mulai dari struktur penyangga paling bawah.
Diketahui, permukaan tanah gurun pasir Arafah kini telah ditutupi oleh struktur lantai tambahan. Ditambah lagi, seluruh area tenda dilapisi karpet tebal.
Konstruksi lantai tambahan ini sengaja dirancang guna memastikan permukaan tetap rata dan efektif menghalau hawa panas dari bawah tanah.
Di atas hamparan lantai itu, akan diletakkan juga kasur-kasur busa baru yang cukup tebal di atas karpet yang juga empuk.
Nantinya, setiap satu jemaah dipastikan akan mendapatkan hak berupa satu kasur, lengkap dengan satu bantal, seprai, hingga selimut.
Fasilitas ini segera akan didistribusikan untuk ditempatkan di tenda-tenda jemaah.
Untuk melawan suhu ekstrem di Padang Arafah siang hari, pihak penyelenggara juga memasang dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) di setiap tenda.
Pengecekan detail juga merambah ke area sanitasi yang selama ini menjadi titik krusial penyebab kelelahan jemaah akibat antrean panjang.
Selain menyediakan deretan kloset jongkok dan duduk, toilet kini didesain lebih manusiawi dengan tambahan tangga serta jalur khusus ramah disabilitas.
Terobosan baru pada penyelenggaraan haji kali ini, yaitu fasilitas urinoir di area toilet jemaah pria.
Fasilitas tambahan ini sengaja dibangun sebagai jalan keluar untuk memecah kepadatan antrean jemaah yang hanya ingin buang air kecil.
Usai membedah Arafah, perjalanan inspeksi melintasi kawasan Muzdalifah untuk kemudian berlabuh di lembah tenda Mina.
Di lokasi mabit ini, tumpukan kasur baru kembali diperiksa secara teliti oleh petugas.
Setiap catatan evaluasi diberikan ke pihak syarikah untuk menuntaskan kekurangan yang tersisa.
“Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Mina, Jum’at (8/5/2026).
Kemajuan progress dalam sepekan terakhir ini menggambarkan kesiapan petugas dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Satgas sangat detail mencatat setiap bentuk kekurangan di lapangan, dan memerintahkan kepada syarikah untuk segera dieksekusi sebelum pergerakan jemaah dimulai.
“Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud,” tegas Muftiono.
Penyelesaian fasilitas Armuzna ini akan menjadi bukti kinerja terbaik para petugas haji demi melayani tamu Allah.
Kenyamanan fasilitas fisik ini diharapkan bisa memberikan kenyamanan dan meminimalisir kelelahan jemaah di momen Armuzna, sehingga jemaah bisa lebih totalitas dan maksimal dalam ibadah serta bermunajat kepada Allah SWT. (*/Red/MCH-2026)


