Wisata Anyer

Mahasiswa Banten Kecam Keras Dugaan Keterlibatan 4 Anggota DPRD Cilegon dalam Aksi di PT LCI

 

CILEGON – Sejumlah mahasiswa di Banten menyampaikan kecaman keras terhadap viralnya video yang menampilkan dugaan keterlibatan empat anggota DPRD Kota Cilegon dalam aksi unjuk rasa di PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat cuplikan hasil notulensi yang diduga memuat poin kontroversial, yakni permintaan jatah scrab atau limbah besi dari perusahaan.

Bento, salah satu perwakilan mahasiswa Banten, menyebutkan bahwa pihaknya melakukan penelusuran berdasarkan foto notulensi yang diduga mengindikasikan adanya permintaan terkait limbah industri tersebut.

“Kami bersikap tegas atas beredarnya video yang memperlihatkan empat oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga turut serta dalam aksi bersama beberapa LSM dan ormas,” ujar Bento kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

“Dalam notulensi tersebut, terlihat adanya pembahasan mengenai proyek scrab atau limbah besi dari pabrik, yang patut didalami lebih lanjut,” tambahnya.

Ia juga menegaskan agar para anggota dewan lebih fokus menjalankan tugas dan fungsi pokok mereka sebagai wakil rakyat, dan tidak ikut campur dalam urusan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Kami menuntut agar seluruh anggota DPRD Cilegon menjalankan tugas sesuai peran legislatif tanpa mencampuri urusan proyek ataupun kepentingan pribadi lainnya,” tegas Bento.

Menurutnya, polemik yang timbul dari video viral tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan investor dan merusak iklim investasi di Kota Cilegon.

“Hal ini bisa menciptakan preseden buruk bagi sistem pemerintahan dan tata kelola investasi di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bento mengingatkan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat seharusnya dilakukan melalui mekanisme resmi, seperti reses atau rapat dengar pendapat, bukan dengan turun ke jalan.

“Anggota dewan sebaiknya menyerap aspirasi masyarakat melalui jalur konstitusional, bukan melalui aksi demonstrasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua LSM Gapura Banten, Husen Saidan, yang menjadi koordinator aksi unjuk rasa di PT LCI, menyatakan bahwa aksi tersebut murni berasal dari masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan anggota DPRD dalam aksi itu atas permintaan massa agar para wakil rakyat turut menyaksikan kesepakatan yang dibuat dengan pihak perusahaan.

“Kehadiran anggota dewan hanya sebagai saksi. Tujuannya agar ketika ada wanprestasi dari pihak perusahaan, DPRD bisa bertindak,” ujar Husen.

Ia menegaskan bahwa tuntutan massa adalah agar PT LCI memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat lokal, khususnya dari lingkungan sekitar pabrik.

“Kami hanya meminta agar warga lokal, terutama yang tinggal di sekitar kawasan industri, mendapat prioritas dalam rekrutmen tenaga kerja,” tambahnya.

Terkait tudingan soal permintaan scrab, Husen dengan tegas membantah. Ia mengatakan bahwa proses aksi berjalan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh media sejak awal hingga akhir.

“Silakan dicek kembali, apakah ada pernyataan dari anggota dewan soal scrab? Tidak ada,” tegasnya. (*/Fachrul)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien