Wisata Anyer

Sudah 54 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Petugas Beri Layanan “Semprot Air” untuk Hadapi Cuaca Panas

PT PCM HUT Cilegon

 

MADINAH — Proses kedatangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berlangsung dengan capaian yang cukup besar.

Hingga Kamis (30/4/2026) pukul 06.00 waktu Arab Saudi, tercatat lebih dari 54 ribu jemaah dari 140 kelompok terbang (kloter) telah tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa total kloter yang dijadwalkan mendarat di Madinah mencapai 267 kloter.

Dari jumlah jemaah yang sudah tiba, sebanyak 11.576 orang di antaranya merupakan lanjut usia (lansia) yang menjadi fokus utama pelayanan.

“Jemaah lansia menjadi prioritas kami. Sejak di bandara hingga proses keberangkatan ke pemondokan, seluruh layanan difokuskan agar mereka mendapatkan pendampingan optimal,” ujar Abdul Basir.

Seiring meningkatnya suhu udara di Madinah yang diperkirakan mencapai 34 hingga 37 derajat Celsius, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengambil langkah antisipatif.

Petugas di lapangan disiagakan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi jemaah, termasuk pembagian payung dan penyemprotan air untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

“Cuaca cukup panas. Kami sudah instruksikan petugas, terutama pada siang hari, agar memberikan pelayanan maksimal. Jika panas semakin terik, jemaah akan dibantu dengan penyemprotan air agar tetap merasa sejuk,” kata dia.

PT Sankyu HUT Cilegon

Dari sisi kesehatan, dua jemaah asal kloter SOC 24 sempat mengalami gangguan saat tiba di fasilitas fast track.

Namun, keduanya langsung mendapatkan penanganan dari tim medis bandara dan dilaporkan dalam kondisi terkendali.

Memasuki tahap selanjutnya, PPIH mulai memperkuat koordinasi dengan otoritas Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, yang akan menjadi pintu masuk berikutnya bagi jemaah gelombang selanjutnya.

Puncak kedatangan gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 6 Mei 2026 dengan total 21 kloter dalam satu hari.

Abdul Basir menambahkan, terdapat perbedaan teknis di Bandara Jeddah yang dinilai lebih memudahkan jemaah.

“Jarak tempuh antara jalur fast track dan non fast track di Jeddah sekitar 800 meter, lebih pendek dibandingkan di Madinah yang mencapai 1,2 kilometer. Ini tentu membantu jemaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga stamina dan kedisiplinan mengingat operasional haji telah berjalan lebih dari sepekan.

Konsumsi vitamin dan pengaturan waktu istirahat dinilai penting agar pelayanan tetap optimal.

“Petugas harus menjaga kesehatan dan disiplin waktu. Ini penting agar pelayanan kepada jemaah tetap prima hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai,” kata Abdul Basir. (*/Nandi)

Dindik Cilegon HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien