Wisata Anyer

Jemaah Haji Indonesia dari Madinah Mulai Pindah ke Makkah Kamis Besok 30 April, Petugas Siap Siaga Menyambut

PT PCM HUT Cilegon

MAKKAH — Petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Makkah menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah yang dijadwalkan tiba mulai Kamis, 30 April 2026.

Kepala Daker Makkah, Faisal Ihsan, menegaskan hal tersebut usai memimpin apel pagi pada Rabu (29/4/2026).

Kadaker Makkah memastikan seluruh unsur layanan telah dipersiapkan secara optimal guna mendukung kelancaran proses kedatangan jemaah.

Menurut Ihsan, kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek utama, khususnya layanan akomodasi dan transportasi yang akan digunakan jemaah setibanya di Kota Makkah.

Ia menjelaskan, petugas dari PPIH Arab Saudi di masing-masing sektor akan turut mendampingi jemaah sejak kedatangan.

Para petugas bahkan akan naik ke dalam bus untuk memberikan arahan teknis terkait prosedur yang harus diikuti jemaah.

“Kunci kamar akan diserahkan petugas sektor ke karom (ketua rombongan),” kata Ihsan.

Selanjutnya, ketua rombongan (karom) akan mendistribusikan kunci kamar tersebut kepada seluruh anggota jemaah di dalam rombongannya.

Setelah menerima kunci, jemaah akan langsung diarahkan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak sebelum melaksanakan umrah wajib.

Ibadah umrah wajib tersebut akan dilakukan setelah jemaah mengambil miqat di Bir Ali saat perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Dalam hal penanganan barang bawaan, Ihsan memastikan jemaah tidak perlu khawatir. Seluruh koper akan ditangani oleh petugas khusus.

PT Sankyu HUT Cilegon

Koper jemaah akan dihendel oleh para ummal (porter) yang direkrut Markaziyah untuk membantu menurunkan koper dan barang jemaah hingga mengantarkan ke kamar di hotel masing-masing.

“Jemaah tidak nyentuh bagasi, langsung menuju ke kamar masing-masing,” kata dia.

Sebanyak 12 kelompok terbang (kloter) pada gelombang pertama dijadwalkan diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah pada 30 April 2026.

Kloter perdana yang akan diberangkatkan berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 01), kemudian disusul oleh kloter 01 dari Embarkasi Jakarta (JKG).

“Data yang kami miliki insyaallah ada 12 kloter yang akan berangkat dari Madinah ke Makkah,” katanya.

Ihsan menambahkan, jemaah dari kloter awal tersebut akan ditempatkan di sektor 7 yang berada di kawasan Misfalah, Makkah.

“Embarkasi YIA 1 berangkat dari Madinah pukul 7 pagi dan samosi Makkah sekitar pukul 13,” kata Ihsan.

Ia juga menjelaskan, jadwal keberangkatan bus jemaah telah diatur sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi.

Menurutnya, bus angkutan haji hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 07.00 waktu setempat dan tidak boleh melayani keberangkatan melewati pukul 18.00.

Setibanya di hotel, jemaah tidak langsung diperkenankan turun dari bus. Proses verifikasi identitas masih harus dilakukan oleh petugas dan pihak syarikah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data dan kelengkapan jemaah sesuai sebelum mereka memasuki hotel dan menempati kamar masing-masing. (*/ARAS)

Dindik Cilegon HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien