Soroti Ketatnya Persaingan Industri, Pengusaha Muda Cilegon Solid Dukung Andi Jempol jadi Ketua Kadin
CILEGON — Dinamika organisasi di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon kian menghangat.
Nama Ahmad Suhandi, atau yang akrab disapa Andi Jempol, mencuat ke publik sebagai kandidat kuat Calon Ketua Umum (Caketum) Kadin Kota Cilegon.
Sebagai informasi, kepengurusan Kadin Kota Cilegon saat ini tengah dibekukan oleh Kadin Provinsi Banten sejak 5 Mei 2026 akibat sejumlah persoalan.
Selama masa pembekuan ini, seluruh tugas dan kewenangan organisasi diambil alih oleh tim Caretaker hingga terpilihnya ketua definitif yang baru.
Momentum ini memicu gelombang dukungan dari para pengusaha lokal untuk Andi Jempol. Salah satu dukungan strategis datang dari Rohimi Kedil, Wakil Ketua I Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon.
Menurut Rohimi, Andi Jempol adalah figur yang ideal untuk menakhodai Kadin Cilegon dan mengayomi para pelaku usaha lokal.
Dengan rekam jejak yang matang, Andi dinilai mampu mengurai berbagai tantangan di dunia usaha setempat.
“Cilegon ini kota industri dengan tingkat persaingan usaha yang cukup keras. Dibutuhkan keberanian dan keterampilan mumpuni untuk mengatasi persoalan ini, dan saya melihat semua kriteria itu ada pada sosok Andi Jempol,” ujar Rohimi, Selasa (19/5/2026).
Pengusaha asal Ciwandan ini juga menambahkan bahwa komitmen Andi terhadap keberlangsungan iklim usaha di Cilegon sudah tidak diragukan lagi.
“Satu hal yang pasti, Andi sudah selesai dengan dirinya sendiri. Jadi, saya yakin ia tidak akan menganaktirikan pengusaha lokal, yang mana dampaknya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tambah Direktur PT Kencana Ranu Semesta tersebut.
Melihat rekam jejak dan luasnya jaringan (networking) yang dimiliki Andi Jempol, Rohimi mengajak seluruh pengusaha lokal di Cilegon untuk merapatkan barisan dan membangun solidaritas.
“Sudah saatnya Kadin Cilegon dipimpin oleh sosok muda yang benar-benar mengerti persoalan di lapangan dan mampu mengayomi pengusaha lokal demi terciptanya dunia usaha yang berkeadilan,” pungkasnya.***

