Operasi Pasar Murah Diskoumperindag Kabupaten Serang Diserbu Emak-emak di Kramatwatu, Beras SPHP dan Minyakita Jadi Buruan
SERANG – Operasi pasar murah yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang di halaman Kantor Kecamatan Kramatwatu, Selasa (14/7/2026), diserbu ratusan warga.
Mayoritas pembeli merupakan emak-emak yang berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Sejak pagi, warga terlihat mengantre untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, Minyakita, telur, gula, hingga sayur mayur yang dijual dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Salah seorang warga Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Fitri, mengaku sengaja datang setelah mendapat informasi dari tetangganya mengenai adanya operasi pasar murah.
Ia merasa terbantu karena bisa membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah saya membeli beras dan minyak dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran. Mudah-mudahan operasi pasar murah ini sering diadakan lagi,” ujar Fitri.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Titi Purwitasari, turun langsung memantau jalannya operasi pasar sekaligus berdialog dengan warga yang mengantre.
Adang mengatakan operasi pasar tersebut merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah pihak, yakni PT Wilmar Indonesia, Perum Bulog Subdivre Serang, PT ABM, serta petani binaan Diskoumperindag Kabupaten Serang.
Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan stok telur yang disediakan sebanyak 100 kilogram habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam.
“Operasi pasar ini bekerja sama dengan PT Wilmar yang menyediakan Minyakita, Bulog Serang membawa beras, PT ABM menyediakan beras dan minyak, serta petani binaan Diskoumperindag menyediakan sayur mayur. Telur yang kami siapkan 100 kilogram habis hanya dalam waktu sekitar satu jam,” kata Adang.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, menjelaskan operasi pasar tahun 2026 dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Serang.
Pada tahap pertama selama Juli 2026, operasi pasar digelar di enam kecamatan, yakni Tunjung Teja, Tirtayasa, Carenang, Kramatwatu, Kibin, dan Ciomas.
Selanjutnya, pada Agustus 2026 akan dilaksanakan di lima kecamatan, sedangkan September 2026 digelar di tiga kecamatan. Dengan demikian, total terdapat 16 titik operasi pasar yang akan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Serang.
“Kami menargetkan seluruh kecamatan di Kabupaten Serang mendapatkan giliran operasi pasar. Total ada 16 titik yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ini,” ujarnya.
Dalam operasi pasar tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok, di antaranya 600 liter Minyakita, 600 kilogram beras SPHP dan beras premium, minyak goreng premium, telur, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang merah, bawang putih, serta aneka sayur mayur hasil binaan Diskoumperindag.
Titi memastikan seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar.
Minyakita dijual Rp15.700 per liter, beras SPHP Rp55.000 per kemasan, sedangkan harga bawang merah dan bawang putih lebih murah sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 dibandingkan harga di pasaran. Sementara gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram.
“Harga yang kami jual sesuai HET dan lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya. ***

