Insiden Kebakaran KMP Batu Mandi: 3 Penumpang Masih Dirawat, ASDP Janji Ganti Seluruh Kerugian Barang
CILEGON – Tiga penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi yang terbakar masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak pengelola kapal memastikan seluruh barang milik penumpang yang rusak atau hilang akibat insiden tersebut akan mendapat ganti rugi.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat 14 penumpang yang menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit maupun puskesmas.
Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan diantar ke rumah masing-masing.
”Saat ini masih ada tiga penumpang yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami cedera saat insiden berlangsung, seperti dugaan kaki terkilir hingga retak tulang,” ujar Heru saat konferensi pers di halaman kantor ASDP pada Rabu (21/10/2026).
”Kami ingin memastikan seluruh penumpang yang dirawat bisa pulih sepenuhnya dan segera kembali berkumpul dengan keluarga,” tambahnya.
Selain menjamin biaya pemulihan korban, ASDP berjanji mengganti seluruh barang milik penumpang yang terdampak kebakaran.
Proses pendataan dan verifikasi saat ini tengah berjalan untuk menentukan besaran serta jenis kerugian yang dialami.
”Semua kerugian akan kami data dan verifikasi. Sekecil apa pun kerugiannya akan kami ganti, mulai dari koper yang terbakar beserta pakaian di dalamnya hingga barang elektronik seperti laptop,” ungkap Heru.
Proses penggantian ganti rugi tersebut akan disalurkan bersama PT Jasa Raharja setelah pendataan akhir selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Heru menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan darurat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, serta warga nelayan di sekitar Pelabuhan Merak.
”Berkat kerja sama semua pihak, khususnya para nelayan lokal yang bergerak cepat membantu evakuasi, seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa,” tuturnya.
Mengenai kondisi KMP Batu Mandi, tim gabungan masih perlu melakukan pendinginan sebelum bangkai kapal dipindahkan.
Pihak ASDP telah berkoordinasi dengan KSOP, KNKT, dan kepolisian untuk mengamankan lokasi guna kepentingan investigasi.
”Area kapal dijaga ketat karena menjadi barang bukti utama. Kami berharap kapal bisa segera dipindahkan setelah kondisinya kondusif agar KNKT dan kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran,” jelas Heru.
Meski KMP Batu Mandi mengalami insiden, ASDP memastikan operasional pelayaran di lintasan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal. Pihaknya telah menyiagakan kapal pengganti agar konektivitas Jawa dan Sumatra tidak terganggu.
”Merak–Bakauheni merupakan lintasan vital. Kami bergerak cepat menyiapkan kapal pengganti agar pelayanan penyeberangan tetap lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.***

