Jalan Lingkar Selatan Cilegon Kembali Memakan Korban, Mahasiswa Desak Evaluasi Menyeluruh
CILEGON – Ketua IMC Ahmad Maki mendesak pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon menyusul kembali terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
Ahmad Maki mengatakan, kecelakaan berulang di JLS menunjukkan persoalan keselamatan di jalur tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Kembali terjadinya korban jiwa menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di jalan tersebut tidak boleh terus dianggap sebagai kejadian yang berdiri sendiri,” kata Ahmad Maki, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, evaluasi tidak cukup hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi. Pemerintah perlu memetakan berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di sepanjang JLS.
Evaluasi tersebut, kata Ahmad Maki, perlu mencakup kualitas dan desain jalan, penerangan, rambu-rambu, marka jalan hingga titik-titik yang selama ini dinilai rawan kecelakaan.
“Kami mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Jalan Lingkar Selatan,” ujarnya.
IMC juga meminta pemerintah menyusun langkah perbaikan yang konkret dan terukur untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ahmad Maki menilai, keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas dalam penanganan persoalan JLS.
Upaya pencegahan dinilai penting agar kecelakaan serupa tidak terus berulang.
“Jangan menunggu korban berikutnya untuk kemudian bertindak,” tegasnya.
Selain perbaikan fisik, IMC meminta pemerintah menyampaikan hasil evaluasi kepada publik secara transparan.
Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan keselamatan di JLS.
Pemerintah juga didorong menetapkan target waktu pelaksanaan setiap langkah perbaikan yang telah direncanakan.
“Kami meminta adanya langkah nyata, transparan, dan terukur, bukan sekadar pernyataan setelah kecelakaan terjadi,” jelas Ahmad Maki.
Menurutnya, keterbukaan pemerintah diperlukan agar penanganan keselamatan JLS tidak berhenti pada wacana setelah terjadinya kecelakaan.
IMC turut menyampaikan belasungkawa atas kembali jatuhnya korban dalam kecelakaan di JLS. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan jalan membutuhkan perhatian berkelanjutan.
“Satu nyawa yang hilang terlalu mahal. Jangan biarkan Jalan Lingkar Selatan kembali memakan korban,” katanya.
Ahmad Maki menambahkan, keselamatan pengguna jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga membutuhkan komitmen pemerintah dan seluruh pihak terkait.
Mahasiswa, lanjut dia, mendorong agar keselamatan jalan ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan dan penanganan infrastruktur transportasi di Kota Cilegon.***


