Kalangan Milenial Sebut Kampanye Caleg di Cilegon Kurang Kreatif

CILEGON – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akan segera digelar serentak pada Rabu 17 April 2019 mendatang. Dalam Pemilu kali ini pemilih dari generasi milenial cukup besar, hingga 40% dari data jumlah pemilih di Indonesia.

Sanggar Wuni Kreasi bekerjasama dengan KPU Provinsi Banten menggelar diskusi dengan tema ‘Milenial dalam Pusaran Pemilu 2019’.

Acara dilaksanakan pada Selasa, (12/2/2019) di Sanggar Wuni Kreasi, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Diskusi yang dilakuka malam hari ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kampung di Ciwandan. Hadir sebagai pembicara Nurkhayat Santosa sebagai Komisioner KPU, dan Radjimo Sastro Wijono sebagai Ketua Masyarakat Sejarahwan Indonesia Cabang Banten.

Tema Milenial ternyata cukup menarik bagi kalangan muda, menurut Dicky Fanshuri, salah satu peserta diskusi mengatakan, pada Pemilu kali ini sebetulnya kekhawatiran adanya angka golput dari pemilih pemula cukup besar. Lantaran para Caleg misalnya, melakukan kampanye tak elok dan kurang kreatif.

Peserta sosialisasi foto bersama dengan Komisioner KPU Banten / Dok
Ks nu

Caleg dinilai enggan melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat di bawah. Yang ada hanya sebuah kampanye menggunakan baliho yang menyebabkan sampah visual. Tentang visi misi caleg, ini juga yang lebih penting, ternyata banyak masyarakat juga yang tak pernah tahu.

“Biasanya para caleg itu melakukan pendekatan di akhir menggunakan money politics. Menyebabkan pragmatisme dan iklim demokrasi yang kurang baik. Hal ini mengkhawatirkan politik praktis tak memberikan solusi bagi kelangsungan bernegara,” katanya.

Kampanye terbuka seharusnya lebih dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan politik. Kemudian, menggunakan cara kreatif agar simpatisan tertuju pada hal-hal baru dan unik.

“Ini kan enggak, lihat aja sepanjang jalan Cilegon – Anyer misalnya, itu kan sampah visual, orang males melihatnya,” imbuh Dicky.

Sementara itu, Komisioner KPU Nurkhayat menilai, inilah pentingnya partisipasi dari masyarakat. Apalagi untuk pemilih pemula, diperlukan pemikiran kritis sebagai kontroling pelaksanaan Pemilu.

“Kami berharap, partisipasi Milenial dalam pemilu serentak 2019 dapat terus bertambah untuk menjaga marwah demokrasi ini berjalan dengan baik,” katanya. (*/Cholis)

[socialpoll id=”2521136″]

Cibeber nu