atas

Merasa Tak Dilibatkan, Warga Ancam Hadang Angkutan Proyek Jalan Bona-Masigit Cilegon

CILEGON – Poyek Lanjutan Pembangunan Jalan Tembus Bonakarta-Masigit oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon dikeluhkan oleh warga sekitar proyek.

Pasalnya, warga mengaku tidak dilibatkan dalam pekerjaan dan peluang usaha yang dilaksanakan oleh pihak ketiga, yakni PT Tria Laksana Jaya sejak sebulan terakhir ini.

Jalan baru sepanjang 680 meter yang menembuskan kawasan Bonakarta yang berlokasi di Link. Jombang Kali hingga Link. Tepura dan Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang ini, diketahui sedang tahap pekerjaan pemadatan lahan dengan material batu.

Pihak pelaksana dalam angkutan material proyeknya, melalui akses jalan warga yang ada di Link Tepura.

“Sekarang, adanya pembangunan ini, bocah-bocah pemuda lagi ngadang (menunggu-red), mobil lewat depan (kawasan Bonakarta), tapi dalam proyek lanjutan ini lewatnya dari belakang di Tepura,” ungkap Ketua RW 01 Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Nurdiansyah kepada wartawan, Jum’at (16/8/2019).

Warga juga mengaku semakin kesal karena pihak kontraktor sama sekali tidak berkoordinasi dengan warga yang terkena dampak, bahkan juga melewati pihak Kelurahan.

Sunat

“Harusnya kan, Terate Udik, Tepura, Jombang Kali RW 01 dan 08 semua dilibatkan. Dan barusan saya tanya Pak Lurah, bahkan lurah pun mengaku tidak diberi pemberitahuan atau diajak koordinasi,” imbuhnya.

Nurdiansyah juga menyayangkan dengan adanya pembangunan di wilayahnya, namun warganya tidak bisa mendapatkan peluang ekonomi dalam proyek yang digarap kontraktor asal Kota Serang itu.

“Yang dapat proyek siapa juga gapapa, tapi saya sebagai pengurus wilayah lingkungan tidak ada koordinasi, pekerjaan tidak melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat, bahkan kompensasi saja tidak ada,” ucapnya.

“Bocah-bocah masih nunggu instruksi saya, kalau mobil lewat depan akan diberhentikan. Inikan wilayah Jombang Kali juga, jangan di wilayah Tepura saja dong,” tegasnya.

Nurdiansyah berharap pihaknya diajak berkoordinasi oleh kontraktor untuk pelibatan warga Jombang Kali.

“Harapan kami ada koordinasi dengan Ketua RW minimal ada sumbangsih buat masyarakat, saya merasa tidak dihargai apalagi tidak ada sosialisasi sama sekali, itu yang bikin kecewa,” tandasnya.

Hingga sore tadi, pihak PT Tria Laksana Jaya masih belum bisa konfirmasi, karena lagi-lagi tidak ditemui di lokasi proyek. Dan pengawas proyek ketika ditanyakan, kabarnya sedang ke luar kota. (*/Ilung)

mia