Metode Tematik MPLS KB/TK Bosowa Al Azhar: Sukses Latih Kemandirian Anak Usia Dini
CILEGON – KB/TK Bosowa Al Azhar sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung mulai 13 hingga 17 Juli 2026.
Selama lima hari, para peserta didik baru diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan yang dirancang khusus untuk membangun kemandirian serta rasa percaya diri sejak usia dini.
MPLS tahun ini mengusung pendekatan tematik yang berbeda setiap harinya. Strategi ini diterapkan agar proses adaptasi anak terhadap lingkungan sekolah, guru, dan teman sebaya dapat berlangsung secara bertahap dan sesuai tahap perkembangan mereka.

Berikut adalah rangkaian tema harian yang diterapkan selama MPLS:
Hari Pertama (Aku dan Sekolah Baruku): Pengenalan lingkungan fisik sekolah, ruang kelas, para guru, serta aturan-aturan sederhana.
Hari Kedua (Aku Anak Mandiri): Pelatihan dasar kemandirian, seperti merapikan perlengkapan sekolah, mencuci tangan, dan menyimpan barang pribadi pada tempatnya.
Hari Ketiga (Aku Anak Hebat): Eksplorasi potensi diri melalui permainan edukatif, aktivitas motorik, seni, dan stimulasi rasa percaya diri.
Hari Keempat (Aku dan Temanku): Permainan kelompok dan aktivitas kolaboratif untuk mengasah kemampuan bersosialisasi dan berbagi.
Hari Kelima (Karyaku untuk Sekolahku): Penutupan dengan pembuatan karya seni sederhana sebagai wadah kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan. Meskipun pada hari pertama diwarnai drama adaptasi khas anak usia dini—terutama bagi peserta didik Kelompok Bermain (KB) yang mayoritas masih berusia tiga tahun—proses penyesuaian terpantau membaik signifikan pada hari-hari berikutnya.
Kepala KB/TK Bosowa Al Azhar, Eni Fitria Nugraheni, mengaku terharu sekaligus bangga melihat perkembangan emosional para peserta didik selama sepekan mengikuti MPLS.
”Memang pada hari pertama masih banyak anak yang menangis karena belum siap berpisah dengan orang tua. Namun, memasuki hari kedua hingga akhir, mereka mulai nyaman, datang dengan penuh semangat, ceria, dan antusias. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Eni.
Eni menambahkan, keberhasilan program MPLS ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Pendekatan yang hangat, bersahabat, dan berpusat pada kebutuhan anak menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi siswa baru.
Melalui orientasi ini, KB/TK Bosowa Al Azhar berharap dapat meletakkan fondasi awal yang kuat bagi tumbuh kembang karakter, keterampilan sosial, dan kecintaan anak terhadap proses belajar.
Dengan berakhirnya masa MPLS, seluruh peserta didik kini siap memulai kegiatan pembelajaran reguler di tahun ajaran baru.***

