Nyenyore, Warga di Cilegon Mancing di Situ Rawa Arum

Gerindra Nizar

CILEGON– Banyak cara yang dilakukan orang untuk menunggu waktu berbuka puasa, yang dalam bahasa Sunda disebut ngababurit. Di Kota Cilegon istilah tersebut dinamakan nyenyore.

Mulai dari mengisinya dengan kegiatan keagamaan seperti dalailan, ngaji kitab kuning, tadarus, atau kegiatan umum lainnya seperti berselancar di Medsos, belanja dan mempersiapkan takjil atau menu buka puasa hingga memancing.

Seperti yang dilakukan oleh warga Link. Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol yang memanfaatkan keindahan dan banyaknya ikan di Situ Rawa Arum yang berada di wilayahnya untuk menunggu waktu maghrib.

Fraksi serang

“Timbang jenuh di rumah, enak mancing seru, kita lagi mancing ikan nila umpan pakai lumut. Ini mah nyenyore aja sambil nunggu waktu buka, berangkatnya tadi abis shalat ashar, ” kata salah satu pemancing, Mang Mus saat ditemui faktabanten.co.id.

Fraksi

Bahkan ada juga pemancing di rawa yang konon terbentuk secara alami tersebut, datang dari Kecamatan Jombang. Seperti Madsari yang sengaja memancing untuk mendapatkan ikan hidup untuk menghibur anaknya di rumah.

“Dapet ikan nila, ya masih kecil-kecil kita bawa waring (jaring wadah ikan) biar hidup buat ngebeberag (bikin seneng) anak. Kalau ada yang mati ya di goreng buat menu buka,” ucapnya.

Selain mancing ikan nila, para pemancing di Situ Rawa Arum ini juga ada yang menggunakan umpan cacing dan katak untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak gizi dan lebih bernilai ekonomis seperti ikan gabus dan belut.

Sekitar setengah jam menjelang waktu berbuka, para pemancing satu persatu mengemasi alat pancingnya, mereka tampak gembira membawa hasil tangkapannya untuk di masak di waktu buka puasa. Ada juga pemancing yang memberikan hasilnya kepada teman atau kerabatnya karena ia memancing untuk mengisi waktu luang dengan mancing. (*/Ilung)

Gerindra kuswandi