Perkuat Akses Warga, Polres Cilegon Resmikan 16 Jembatan Merah Putih Presisi
CILEGON – Polres Cilegon meresmikan 16 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah hukum Kota Cilegon. Salah satunya berada di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kamis (13/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat akses masyarakat warga antarkampung.
Dari 16 jembatan yang dibangun dan direvitalisasi, tiga di antaranya merupakan jembatan baru, sedangkan 13 lainnya merupakan jembatan lama yang diperbaiki.
Salah satu jembatan baru dibangun menggantikan jembatan bambu rakitan yang sebelumnya menjadi akses warga. Kondisi jembatan lama dinilai kurang aman, terutama bagi warga yang setiap hari melintas.
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mengatakan pembangunan jembatan tersebut diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memberikan manfaat langsung. Warga yang semula harus berputar jauh kini memiliki akses pintas yang memangkas waktu tempuh. Anak-anak sekolah pun bisa sampai ke lokasi belajar dengan lebih cepat dan aman,” ujar Bobby.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden dan petunjuk Kapolri agar kepolisian hadir di tengah masyarakat melalui program yang memberikan dampak nyata.
Namun, pembangunan 16 jembatan tersebut tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran kepolisian. Polres Cilegon menggandeng sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Sejumlah mitra yang turut mendukung di antaranya Bank BJB, Bank Banten, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah pelaku usaha dan lembaga sosial.
Bobby mengatakan kolaborasi tersebut membuat seluruh target pembangunan dan revitalisasi jembatan yang sebelumnya telah dipetakan dapat direalisasikan.
Tak hanya persoalan akses, Polres Cilegon juga bergerak merespons dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Dalam dua pekan terakhir, Polres Cilegon bersama para mitra telah menyalurkan sekitar 40 ton air bersih kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut menyasar sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, antara lain Kecamatan Cibeber, Gunung Batur, hingga Bojonegara.
Selain bantuan jangka pendek, kepolisian juga mulai memetakan sejumlah titik strategis yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan sumur bor.
Langkah tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau.***


