Uang yang Dikeluhkan Pedagang di ASDP Merak Ternyata Ditarik Pengurus Yayasan

CILEGON — Keluhan pedagang asongan di kawasan Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, Banten, terkait pungutan uang untuk berjualan akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak kepolisian.
Melalui video yang diunggah di akun TikTok resmi Polda Banten, seorang pedagang bernama Yani yang sebelumya mengaku diduga dipungli Rp650 ribu untuk berjualan di kawasan pelabuhan merak turut hadir.
Dalam video tersebut, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pihaknya turun langsung untuk mengklarifikasi informasi yang sebelumnya viral di masyarakat.
“Selamat pagi warga Banten. Kami dari Polda Banten akan menyampaikan kronologis adanya berita viral seorang pedagang menyampaikan keluhan karena dimintai sejumlah uang pungutan untuk bisa berjualan di daerah ASDP Merak Banten,” kata Maruli.
Ia menjelaskan, Polda Banten melakukan klarifikasi dengan melibatkan pedagang yang menyampaikan keluhan serta pengurus yayasan yang berada di wilayah Pelabuhan ASDP Merak.
Dari hasil klarifikasi tersebut, uang yang sebelumnya dikeluhkan oleh pedagang ternyata ditarik oleh pihak pengurus yayasan yang mengelola pedagang di kawasan tersebut.
Ketua Yayasan Rihdatul Kusqiah, Sayimuri, menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang membuat pedagang maupun pihak lain merasa kurang berkenan.

Menurut Sayimuri, keberadaan yayasan di kawasan tersebut berkaitan dengan pengelolaan pedagang agar aktivitas berjualan dapat berlangsung secara tertib.
Ia menyebut terdapat kesepakatan dengan pihak ASDP mengenai sejumlah fasilitas yang diberikan kepada pedagang.
“Sebelumnya kami menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal-hal sesuatu yang kurang berkenan. Kesepakatan kami dengan ASDP tentunya agar tertib semuanya,” ujar Sayimuri.
Ia mengatakan, para pedagang mendapatkan sejumlah fasilitas, di antaranya rompi, ID card, BPJS Ketenagakerjaan, seragam hingga topi.
Selain itu, Sayimuri menyebut terdapat kontribusi yang diarahkan untuk kepentingan pendidikan.
Namun demikian, ia menegaskan pihak yayasan tetap terbuka bagi para pedagang.
“Kami tetap terbuka untuk semua pedagang. Mari bersama-sama kita jaga kenyamanan dan ketertiban pelabuhan ini,” katanya.***


