Usai Penemuan Mayat, Kelurahan Sukmajaya Akan Perketat Aturan Jam Operasional di Kawasan Perkantoran dan Tempat Hiburan

CILEGON – Usai kejadian ditemukannya sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di daerah Perkantoran di Lingkungan Priuk, Kelurahan Sukmajaya, dan juga satu orang korban yang selamat dari pengeroyokan oleh beberapa orang dari tempat hiburan malam Regent, pada Minggu pagi (29/01) lalu, saat ini pihak Kelurahan Sukmajaya mengaku akan memperketat keamanan dan ketertiban di tempat kejadian tersebut yang juga merupakan salah satu lokasi kuliner yang ada di Kota Cilegon.

Hal tersebut dikatakan Lurah Sukmajaya, Ade Risky Kurniawan, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/1) kemarin.

Ade mengatakan, akan segera melakukan rapat dengan tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan juga para pedagang yang berjualan di kawasan perkantoran dan juga kuliner yang ada di Kelurahan Sukmajaya tersebut.

“Para pedagang yang ada disitu termasuk binaannya kan Dinas Pariwisata, nanti kita akan undang, kita akan bahas sama-sama. Terutama terkait keamanan situasi pedagang disitu, termasuk kita mengantisipasi jangan sampai ada kejadian seperti itu (kriminalitas) untuk kedepannya,” kata Ade kepada Fakta Banten.

Akibat kejadian yang menimbulkan keresahan dan ketidak nyamanan pada masyarakat sekitar dan para pedagang yang menempati wilayah perkantoran tersebut, Ade menegaskan akan memperketat sektor keamanan di wilayah tersebut.

“Bagaimanapun ini harus diperketat,” tegas Ade.

Ade juga menjelaskan, kawasan tersebut seringkali ditemui banyak kerumunan massa yang tidak sedikit berujung pada keributan, apalagi dengan adanya tempat hiburan diskotik Regent yang tidak jauh dari lokasi tempat ditemukannya mayat, sering kali tempat tersebut dijadikan tempat berkumpul dan singgah para pengunjung dari tempat hiburan.

Ks nu

Dengan kejadian penemuan mayat kemarin, Ade juga mengatakan akan mengatur waktu buka tutup berjualan para pedagang dan juga tempat hiburan yang berada di wilayah tersebut.

“Karena memang permintaan masyarakat Priuk itu minta di portal, cuma kalo kondisinya di portal, kita enggak bisa memaksakan, karena ada (Kantor Dinas) Damkar disitu, karena Damkar kan sifatnya darurat dia 24 jam, khawatir misalkan ada kejadian kebakaran, kalau di portal kan minimal harus ada siapa yang harus buka tutup portal, maka rencana akan kita rapatkan,” lanjutnya.

Ade berharap, pada saat rapat dan berkumpul dengan masyarakat dan juga instansi yang berada di kawasan perkantoran tersebut akan ada solusi yang diharapkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Harus ada pernyataan sikap dari para pedagang dan masyarakat, karena memang ini sudah mendesak, nanti akan kita bahas semua, ada jalur titik tengah lah, yang terbaik untuk pedagang kuliner usahanya enak,

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Camat Jombang, Achmad Izudin mengatakan dengan adanya kejadian tersebut, pihak pemerintah dan masyarakat harus membangun komunikasi yang lebih baik.

Dirinya berharap agar kedepannya masyarakat dapat segera memberikan laporan atau menghubungi pihak-pihak keamanan jika melihat kejadian yang berpotensi menimbulkan keributan dan mengganggu ketertiban di masyarakat.

“Sebelum kejadian juga sudah sempat dibicarakan itu. Kita akan meningkatkan peran dari keamanan lingkungan dimasing-masing tempat, terutama disitu (perkantoran Sukmajaya) tempat anak-anak berkumpul, kita berharap kedepan komunikasi masyarakat lebih intensif, jadi kita prefentif, sebelum ada kejadian kita beritahu (pihak berwenang), jadi kalau ada kerumunan massa, kita kasih tahu lah kalau dirasa itu nantinya akan menimbulkan hal-hal yang mengganggu ketertiban, ya mungkin kita (Pemerintah) bisa langsung mengambil tindakan melalui satpol PP kecamatan atau kota,” tegasnya. (*)

Cibeber nu