Wisata Anyer

Luas Panen dan Produksi Padi di Banten Anjlok, BPS: Susut 19 Ribu Hektare, Beras Hanya 913 Ribu Ton

SERANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis laporan Luas Panen dan Produksi Padi pada Senin (2/11/2026).

Data tersebut merupakan Angka Sementara Hasil KSA Amatan September 2026.

Hasilnya, dalam laporan Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Banten 2026, sektor pangan mengalami koreksi tajam.

Dalam laporan tersebut BPS mencatat tiga poin utama anjloknya pangan di Banten.

Pertama mengenai luas panen yang susut 19,01 Ribu Hektare. Pada 2026, luas panen padi diperkirakan hanya mencapai 326,41 ribu hektare.

Angka ini turun sebesar 19,01 ribu hektare atau 5,50 persen dibandingkan luas panen padi di 2025 yang sebesar 345,42 ribu hektare.

Rinciannya, realisasi luas panen Januari-September 2026 tercatat 308,67 ribu hektare, turun 6,15 ribu hektare atau 1,95 persen dari periode yang sama tahun 2025 sebesar 314,82 ribu hektare.

Sementara itu, potensi luas panen Oktober-Desember 2026 diperkirakan hanya 17,75 ribu hektare.

Puncak panen 2026 terjadi di bulan Februari dengan luas 56,21 ribu hektare.

Ini lebih cepat dan lebih kecil dibandingkan puncak panen 2025 yang terjadi di bulan Maret dengan luas 72,00 ribu hektare.

Kedua mengenai produksi padi Gabah Kering Giling (GKG). anjlok 9,60 Persen. Produksi padi pada 2026 diperkirakan sebanyak 1,60 juta ton GKG.

Turun sebanyak 170,26 ribu ton atau 9,60 persen dibandingkan produksi padi 2025 yang sebesar 1,77 juta ton GKG.

Sepanjang Januari-September 2026, produksi padi diperkirakan 1,51 juta ton GKG, turun 108,69 ribu ton GKG atau 6,71 persen dari periode yang sama 2025. Sementara potensi Oktober-Desember 2026 hanya 92,07 ribu ton GKG.

Produksi tertinggi 2026 terjadi di Februari sebesar 285,08 ribu ton GKG, sedangkan produksi terendah diperkirakan terjadi di Desember hanya 23,63 ribu ton GKG.

Kedua produksi beras untuk pangan hanya 913,39 ribu ton.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2026 diperkirakan hanya mencapai 913,39 ribu ton.

Angka ini turun sebanyak 96,97 ribu ton atau 9,60 persen dibandingkan produksi beras di 2025 yang sebanyak 1,01 juta ton.

Sepanjang Januari-September 2026, produksi beras diperkirakan setara 860,95 ribu ton, turun 61,90 ribu ton atau 6,71 persen dari periode yang sama 2025 sebanyak 922,85 ribu ton. Sementara potensi produksi beras Oktober-Desember 2026 diperkirakan hanya 52,44 ribu ton.

Adapun produksi beras tertinggi 2026 terjadi di bulan Februari sebanyak 162,36 ribu ton, sedangkan terendah diprediksi terjadi pada bulan Desember, 13,46 ribu ton.

BPS juga mencatat, kecuali Kota Tangerang Selatan, seluruh kabupaten/kota di Banten mengalami penurunan produksi padi.

Tiga kabupaten dengan total produksi padi atau GKG tertinggi pada 2026 adalah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang. Namun ketiganya juga mengalami penurunan terbesar.

Sedangkan tiga kabupaten atau kota dengan produksi padi terendah adalah Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan.

Laporan BPS ini menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang dipantau melalui 6.030 titik amatan setiap bulannya di Provinsi Banten.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien