Penerimaan PAD Semester I 2026 Anjlok, Bapenda Banten Duga Gara-gara Ada Ajakan Warga Tak Bayar Pajak
SERANG – Realisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Banten dari sektor pajak anjlok di semester I 2026. Hingga 30 Juni, Bapenda Banten baru mengumpulkan Rp2,598 triliun atau 38,12% dari target APBD 2026 sebesar Rp6,8 triliun.
Sekretaris Bapenda Banten Akhmad Tamrin menduga, rendahnya capaian ini ada kaitannya dengan rendahnya kesadaran warga akan membayar pajak.
Di tengah rendahnya realisasi, Bapenda juga menyoroti adanya ajakan di masyarakat untuk tidak membayar pajak. Tamrin meminta warga tidak terpengaruh.
“Kalau ada ajakan jangan membayar pajak, ulah (jangan). Ini pajak buat masyarakat. Bukan buat siapa-siapa. Pajak dibayarkan, masuk ke daerah, dipakai buat pembangunan sekolah, jalan, bantuan sosial,” tegas Tamrin saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, tanpa pajak, banyak program pemerintah daerah, termasuk Pemprov Banten akan terhenti.
“Sumber dananya PKB itu,” katanya.
Gencar Sosialisasi dan Optimalkan Penagihan
Untuk mendongkrak penerimaan dan kesadaran, Bapenda Banten kini lebih gencar sosialisasi dan edukasi langsung ke masyarakat mengenai pajak, terutama mengenai pajak daerah, seperti kendaraan.
“Saya diundang juga sama podcast, Zoom itu. Bagian dari edukasi dan sosialisasi masyarakat. Kita jelaskan itu buat apa aja, sih pajak itu,” kata Tamrin.
Ia juga mengajak insan media ikut mengedukasi publik, menggencarkan manfaat dari pajak yang dibayarkan masyarakat Banten.

Adapun pajak daerah sampai dengan tanggal 30 Juni, Bapenda Banten mencatat realisasi Rp 2,598 Triliun dari target tahun 2026 ini 6,8 T.
“Belum (50 %), baru 38,12%,” kata Tamrin.
Tamrin merinci, pada triwulan II April-Mei-Juni realisasi pajak justru melampaui target hingga 102,97%.
Namun karena triwulan I Januari-Februari-Maret hanya tercapai 88%, maka secara kumulatif semester I tetap minus.
“Kelebihan target yang di triwulan II ini nggak nutup kekurangan di Semester I,” jelasnya.
“Kesadaran menurun, mungkin saja kesadaran menurun. Tetapi kalau dari data, di 3-2 April, Mei, Juni melebihi target. Yang belum bagus itu Januari, Februari, Maret,” sambungnya.
Dengan sisa 6 bulan, Bapenda memiliki PR besar mengejar kekurangan lebih dari Rp4,2 triliun agar target Rp6,8 triliun tercapai.
Dari 7 jenis pajak daerah, PKB menjadi penyumbang terbesar PAD Banten. Target PKB 2026 ditetapkan Rp2,39 triliun. Hingga akhir Juni 2026, realisasi PKB tercatat Rp940,868 miliar atau 39,22%.
“PKB itu target Rp 2,39 Triliun. Realisasi dengan 30 Juni Rp 940, 868 miliar atau 39,22%,” kata Tamrin.
Ia menyebut pola penerimaan PKB memang tidak pernah tembus 50% di semester I.
“Gak nyampe 50%. Memang targetnya itu nggak nyampe 50% PKB,” katanya.***


