Semarak, Ratusan Pemanah Tradisional Banten Berkumpul di Tigaraksa Tangerang

 

TANGERANG – Turnamen Panahan Tradisional atau Horsebow Archery bertajuk Panahan Sedulur Banten (PSB) 5 sukses digelar di Lapangan Fasilitas Sosial Kompleks Perumahan Mustika Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu, (20/3/2022).

Kompetisi rutin tahunan di Provinsi Banten ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah, diantaranya yang tergabung dari sekitar 17 klub Panahan Tradisional di Banten.

Meski diselenggarakan secara sederhana, turnamen panahan tradisional rutin ini ternyata masih sangat antusias diminati pemanah dari sejumlah daerah.

Terbukti, event Panahan Sedulur Banten (PSB) sudah berlangsung sebanyak 5 kali hingga saat ini.

Ketua Panitia Pelaksana Ustadz Slamet Rahardjo mengaku bersyukur atas antusiasnya para pegiat olahraga tradisional di Banten tersebut.

“Agendanya digelar satu hari dari pagi ini, tapi rombongan peserta dari Cilegon sudah datang sejak semalam. Jadi peserta anak-anak ada 41, peserta ikhwan (laki-laki) jumlahnya 93, dan akhwat (perempuan) ada 56 orang,” ujar Ustadz Slamet kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Ustadz Slamet Rahardjo yang juga ketua dari Mustika Archery Club (MAC) ini mengatakan, tujuan digelarnya turnamen ini adalah untuk mengenalkan dan memasyarakatkan olahraga memanah.

“Kita menilai pentingnya memasyarakatkan olahraga memanah ini, karena salah satu sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Turnamen PSB ini adalah bentuk dari kebersamaan, jadi intinya adalah silaturahmi, selain dari turnamen rutin untuk mencari prestasi. Kebetulan kali ini kami dari MAC yang menyanggupi jadi tuan rumah,” jelas Ustadz Slamet.

Ks nu

Olahraga sunnah yang dimaksud di antaranya memanah dan berkuda. Diakuinya, sebagai muslim sudah menjadi keharusan untuk mensyiarkan Sunnah Rasulullah SAW.

“Kita coba mensyiarkan, bahwa ini loh olahraga yang dianjurkan oleh Rosulullah. Meskipun masih banyak yang meragukan dan mencibir saat kita sosialisasi, kok zaman canggih begini masih memanah, pakai panahan dan berkuda. Tapi insyaAllah sunnah ini akan tetap ada sampai akhir zaman ya,” tegas Ustadz Slamet.

Keberadaan Mustika Archery Club (MAC) di Tigaraksa sendiri diakui Ustadz Slamet, mendapatkan dukungan dan support dari masyarakat sekitar dan juga aparatur Pemerintahan setempat.

“Awal keberadaan MAC ini kita sosialisasi ke masyarakat, Alhamdulillah mendukung. Bahkan latihan kami disini kadang-kadang dilaksanakan malam hari, makanya di lapangan ini disediakan lampu, karena sebagian yang bapak-bapak disini waktu latihannya pulang kerja. Kami sudah berkoordinasi dengan RT/RW termasuk Kepala Desa dan Bhabinsa Bhabinkamtibmas juga sudah mendukung kegiatan kita ini,” tandas Ustadz Slamet.

Hikmatul Haeriyah, salah satu pegiat olahraga panahan tradisional dari Klub Anyer Horseback Archery (AHA), mengaku senang bisa bersilaturahmi dan melihat antusiasme para pegiat olahraga sunnah ini.

Hikmah optimis bahwa olahraga memanah ini seiring waktu akan terus mendapatkan respon positif dari ummat.

“Hingga akhir zaman, inshaAllah memanah ini akan tetap ada, Sunnah Rasulullah ini pasti akan Allah jaga. Terbukti saat ini peminat dan yang ingin terus mengaktifkan olahraga sunnah ini terus tumbuh kok. Karena kalau bukan kita sebagai umat Islam, mau siapa lagi yang menggerakkan dan menghidupkan Sunnah ini,” ungkap Hikmah.

Hikmah juga menilai pegiat olahraga panahan tradisional dan daya dukungnya di Banten memiliki potensi yang sangat besar, sehingga ke depan Sunnah ini bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.

“Banten itu terkenal dengan image santri dan kekuatan umat Islamnya. Mudah-mudahan kompetisi dan silaturahim seperti ini terus berjalan rutin dan mendapatkan banyak dukungan. Olahraga kan konsepnya fastabiqul khoirot, yakni kebersamaan dan membiasakan kebaikan, maka ke depan bisa juga menjadi ajang prestasi dan membangun ekonomi, jika sunnah ini semakin hidup dan diminati,” terang Hikmah.

Diketahui, Panahan Tradisional ini merupakan jenis olahraga rekreasi masyarakat, dimana pembinaan organisasi dan prestasinya berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). (*/Red)

Cibeber nu