Ismail Berangkat Haji Bersama Putrinya yang Masih Pelajar SD, Jadi Jemaah Termuda dari Indonesia
JEDDAH – Perjalanan ibadah haji tahun ini menjadi momen penuh haru bagi Ismail Umar asal Pontianak, Kalimantan Barat.
Rencana awal untuk menunaikan ibadah haji bersama sang istri, ternyata harus berubah, karena istri tercintanya meninggal dunia pada 2021 saat pandemi Covid-19.
Kepergian sang istri tentu meninggalkan duka mendalam bagi Ismail.
Namun, amanah untuk berangkat ke Tanah Suci tetap dilanjutkan. Kini, Ismail berangkat haji bersama putri tunggalnya, Aila Afifah, yang saat ini masih duduk sebagai pelajar di bangku kelas VI sekolah dasar.
Ismail dan istrinya diketahui telah mendaftar haji sejak 2013. Setelah sang istri wafat, posisi pendamping keberangkatan akhirnya digantikan oleh Aila.
Awalnya, Ismail mengaku sempat ragu lantaran usia putrinya yang masih sangat muda.
Namun, adanya penyesuaian aturan yang memperbolehkan anak di bawah usia tertentu untuk berangkat haji membuat harapan itu kembali terbuka.
Menurut Ismail, dukungan dari berbagai pihak turut membantu proses keberangkatan putrinya, termasuk dari kementerian terkait dan pihak sekolah tempat Aila menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah, dengan bantuan dari Kementerian yang mengurus haji dan pihak sekolah, kondisi Aila memungkinkan untuk berangkat,” ujar Ismail Umar.
Ismail dan Aila berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Keduanya tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Jumat (8/5/2026) siang, Waktu Arab Saudi.
Di tengah rasa haru yang menyelimuti perjalanan tersebut, Ismail berharap seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar hingga kembali ke Tanah Air.
“Saya hanya berdoa semoga kami kembali dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Sementara itu, Aila Afifah menjadi perhatian banyak pihak setelah dinobatkan sebagai jemaah haji termuda tahun ini.
Gadis asal Pontianak tersebut baru saja menyelesaikan ujian sekolah kelas VI di SD LKIA Pontianak sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Bagi Aila, perjalanan haji kali ini bukan hanya sebatas menjalankan ibadah, tetapi juga membawa amanah besar untuk menggantikan posisi almarhumah ibundanya.
Meski usianya masih belia, Aila mengaku telah mempersiapkan diri dengan cukup matang.
Aila mengaku rutin mengikuti manasik haji serta menjaga kondisi fisik dengan berolahraga bersama ayahnya.
Saat ditanya mengenai perasaannya menjelang menjalani ibadah haji, Aila mengaku senang sekaligus teringat kepada sang ibu yang telah berpulang.
“Saya sangat senang. Persiapannya sudah baik, mulai dari ibadah, shalat, hingga manasik,” kata Aila singkat.
Di balik kebahagiaannya menunaikan ibadah haji, Aila menyimpan doa khusus yang ingin dipanjatkannya di depan Kakbah.
“Semoga Mama tenang di alam sana dan dilapangkan kuburnya,” tuturnya.
Keberangkatan Aila bersama Kloter BTH 16 menjadi simbol kasih sayang dan keteguhan seorang anak kepada orang tuanya.
Ismail berharap perjalanan spiritual tersebut dapat menjadi jalan untuk membentuk pribadi Aila menjadi anak yang salihah sekaligus meraih haji yang mabrur. (*/Red/MCH-2026)


