Santriwati Korban Pencabulan Ustadz di Lebak, Dikasih Uang Lalu Diremas Payudara

Smsi dprd Pandeglang sumpah pemuda

LEBAK – Dua santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengalami trauma berat atas apa yang telah menimpanya.

Hal itu disampaikan salah seorang korban, sebut saja Bunga (18). Menurutnya, perbuatan pelaku terhadap dirinya dan temannya sudah terjadi sejak dua tahun terakhir.

Diungkapkannya, bahwa pelaku kerap memaksa untuk meraba-raba bagian dada. Kemudian, pelaku akan memberikan sejumlah uang kepada korbannya.

“Di pesantren, sama kayak korban lain. Kejadiannya sama, dikasih uangnya sama, diraba-raba juga sama,” ujarnya kepada awak media, Kamis (22/7/2021).

Dishub

Dikatakan korban, jika lelaki kerap melakukan perbuatan bejadnya di dalam mobil milik pelaku dan di dalam kamar korban saat situasi sedang sepi di malam hari.

“Suka dikasih uang sama pelaku, kadang Rp50 ribu kadang Rp100 ribu, habis itu saya langsung dicium, terus payudara saya dipegang, diraba-raba sama Abah (sebutin korban kepada pelaku). Pernah waktu itu diajak kondangan, pas di dalam mobil, kaki dan paha saya diraba-raba,” terangnya.

SU (65) Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak terpaksa diamankan polisi usai kediamannya digruduk oleh keluarga korban yang tak terima usai korban akhirnya mengaku telah dicabuli olehnya, pada Rabu (21/7/2021) sore.

“Iya (digruduk), beruntung anggota kita langsung terjun ke lokasi dan membawa pelaku ke Polres Lebak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Rangkasbitung, AKP Malik Abraham saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/7/2021). (*/YS)

Masduki pp sumpah pemuda