Wisata Anyer

Jemaah Haji Reguler Indonesia di Madinah Sudah Kosong, Pendorongan Terakhir Tiga Kloter Jum’at Pagi

 

MADINAH – Operasional penyelenggaraan ibadah haji gelombang pertama di Madinah resmi berakhir pada Jum’at (15/5/2026) hari ini.

Hal ini ditandai dengan pendorongan tiga kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji reguler Indonesia dari Madinah menuju Makkah pada Jum’at (15/5/2026) pagi.

Tiga jemaah kloter terakhir yang diberangkatkan, yakni dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14, dengan total sekitar 1.278 jemaah.

Ribuan jemaah terakhir ini singgah sebentar di Masjid Dzulaulaifah atau Miqat Bir Ali, mengambil niat ihram dan mengerjakan shalat sunnah, sebelum meninggalkan Kota Nabawi untuk umrah wajib di Masjidil Haram.

Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, DR Khalilurrahman, menyatakan bahwa seluruh rangkaian pendorongan jemaah pada hari terakhir ini berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, semua berjalan tertib. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Madinah secara bertahap mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” ujarnya kepada Media Center Haji, di sela memantau langsung prosesi pendorongan di Bir Ali.

Kadaker Madinah, Khalilurrahman, sejak pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS) sudah membersamai para petugas di Sektor 2 untuk mengawal dan pelepasan jemaah Embarkasi BTH kloter 14.

Selesai memastikan semua jemaah berangkat dari hotel, Kadaker Madinah Khalilurrahman juga mendatangi Miqat Bir Ali, untuk memantau proses terakhir pendorongan jemaah.

Di Bir Ali, Kadaker Madinah menaiki sejumlah bus untuk menyapa dan menyampaikan selamat jalan serta memberi pesan-pesan untuk jadi bekal jemaah menghadapi puncak haji.

Kadaker turut mengajak jemaah berdoa bersama, agar perjalanan menuju Puncak Haji di Armuzna bisa diikuti oleh seluruh jemaah dan petugas.

“Semoga bapak dan ibu semua diberikan kesehatan, bisa menjalani ibadah dengan baik, meraih predikat haji mabrur, serta kembali ke tanah air, pulang ke rumah kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat wal afiat,” ujar Khalilurrahman.

Terkait jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Khalilurrahman mengimbau keluarga di tanah air untuk tidak khawatir.

Jemaah yang sakit tetap dalam penanganan dan pengawasan tim medis. Setelah mendapatkan rekomendasi sehat (laik jalan) dari tim dokter, maka jemaah akan langsung diantar menuju Makkah dengan pendampingan khusus.

Di lain sisi, meski volume jemaah di hari terakhir ini sudah menurun, komitmen pelayanan oleh para petugas tetap penuh semangat dan maksimal.

Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan bahwa seluruh personel tetap turun ke lapangan dengan kekuatan penuh.

Salah satu fokus utama dalam tugas adalah melayani jemaah lansia dan disabilitas.

Petugas Bir Ali selalu stanby mendampingi jemaah lansia, bahkan menyiapkan golf car untuk membantu jemaah yang tidak kuat berjalan bisa menuju busnya.

“Kami upayakan bagi jemaah lansia tetap bisa melihat langsung suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh,” kata Divia.

Mengingat suhu di Madinah sempat menyentuh angka 42 derajat Celcius kemarin, jemaah juga diingatkan untuk terus menjaga kondisi fisik.

Cuaca panas di Makkah diprediksi bisa jauh lebih terik saat memasuki puncak haji nanti.

Beberapa hal yang harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi ialah jangan menunggu haus, perbanyak minum air putih, gunakan payung, masker, dan semprotan air saat berada di luar ruangan.

Selain itu memperbanyak istirahat agar fokus pada pemulihan energi sebelum memulai rangkaian ibadah haji yang lebih berat.

Diketahui, operasional petugas Daker Madinah kini akan bergeser ke Makkah untuk membantu penanganan selama puncak haji di Armuzna.

Pasca Armuzna, PPIH Daker Madinah akan kembali lagi menyiapkan penyambutan jemaah gelombang kedua, yang akan didorong dari Makkah ke Madinah setelah puncak haji nanti. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien