Wisata Anyer

Paruh Fase Pemulangan, Sektor 5 Madinah Sukses Terbangkan 22 Kloter Jemaah Haji ke Tanah Air

MADINAH – Petugas Sektor 5 Madinah telah sukses memberangkatkan 22 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air.

Jumlah tersebut merupakan paruh pertama dari total 44 kloter yang dijadwalkan tiba dari Makkah pada fase pemulangan gelombang kedua ini.

Sekretaris Sektor 5 Madinah, Irfan Lirisfana, mengungkapkan bahwa seluruh proses pemulangan sejauh ini berjalan aman dan lancar.

Keberhasilan ini tidak lepas dari matangnya koordinasi yang dibangun sejak awal bersama para petugas kloter.

“Dari total kurang lebih 44 kloter yang akan datang ke Sektor 5 Madinah, alhamdulillah kita sudah mendorong kurang lebih 22 kloter ke Tanah Air. Jadi masih tersisa 22 kloter lagi yang insya Allah akan kita berangkatkan selanjutnya,” ujar Irfan.

Demi memastikan proses pemulangan ke bandara berjalan tanpa hambatan, pihak Sektor 5 rutin mengumpulkan ketua kloter beserta seluruh perangkatnya terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan guna menyosialisasikan mekanisme dan teknis pendorongan jemaah.

“Teknis-teknis terkait pendorongan itu kita sampaikan agar mereka memahami prosesnya dan tidak mengalami kebingungan saat pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.

Irfan menambahkan, Sektor 5 Madinah dijadwalkan menerima kloter terakhir kiriman dari Makkah, yakni kloter BDJ 19, pada Senin (22/6) sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Jemaah dari kloter pamungkas ini akan ditempatkan di Hotel Manazil Al-Aswaf (Hotel 523 Sektor 5 Madinah).

Mengenai tingkat ketertiban, Irfan mencatat adanya dinamika perbedaan antara jemaah gelombang pertama dan kedua, terutama terkait pelaksanaan ibadah di Raudhah.

Tingginya antusiasme jemaah untuk berziarah ke Raudhah menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

“Kalau dari sisi keteraturan dan ketertiban, jemaah di gelombang pertama relatif lebih teratur dibandingkan gelombang kedua. Ada beberapa kloter yang memang agak sulit diatur, terutama terkait kunjungan ke Raudhah,” urainya.

Merespons hal tersebut, petugas terus bergerak memberikan edukasi mengenai regulasi ketat yang diterapkan otoritas setempat.

Petugas menekankan bahwa akses ke Raudhah wajib melalui prosedur resmi dan sistem pendaftaran terlebih dahulu.

“Kami coba sampaikan bahwa mekanisme ke Raudhah tidak serta-merta orang bisa datang dan langsung masuk. Ada tata cara, jadwal, dan waktu yang harus dipilih terlebih dahulu,” tegas Irfan.

Guna memperlancar proses tersebut, sinergi dengan petugas pembimbing ibadah (bimbad) kloter terus diperkuat, baik untuk pendaftaran Raudhah secara kolektif maupun mandiri.

Terlepas dari dinamika yang ada, Irfan memastikan bahwa secara umum seluruh lini pelayanan—mulai dari penyambutan kedatangan hingga proses pemulangan—berjalan dengan sangat baik. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jemaah atas kerja sama yang terbangun.

“Ketika jemaah datang, baik pagi, siang, maupun malam hari, petugas selalu berusaha hadir di tengah-tengah mereka. Mengarahkan hingga mereka mendapatkan kamar, konsumsi, dan bisa menuju masjid. Alhamdulillah pelayanan tersebut mendapatkan apresiasi dari jemaah,” ungkapnya hangat.

Sementara itu terkait aspek kesehatan, Irfan menjelaskan bahwa saat ini masih ada beberapa jemaah yang harus menjalani perawatan intensif di Madinah meskipun kloter asalnya telah bertolak ke Indonesia.

“Semua jemaah yang dirawat tetap berada dalam pengawasan ketat tim kesehatan, baik yang berada di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun di Rumah Sakit Saudi Jerman. Pemantauan terus dilakukan secara berkala oleh tim kesehatan yang ada di sektor,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien