Pengamat Menilai Dukungan Keluarga Jokowi ke Prabowo-Gibran karena Faktor Ideologis Keberlanjutan

FAKTA – Keluarga besar Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri kampanye akbar pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Stadion Baharoeddin Siregar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (7/2/2024) kemarin.

Selain kehadiran Gibran selaku cawapres yang didampingi istri, Selvi Ananda, ada juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution yang menjabat Wali Kota Medan bersama istri Kahiyang Ayu serta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan istri Erina Gudono.

Menanggapi kehadiran keluarga Jokowi yang lengkap di kampanye akbar Prabowo-Gibran ini, pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan, kehadiran anak dan menantu Jokowi di kampanye akbar ini sebagai isyarat bahwa capres-cawapres yang mendapat dukungan penuh dari presiden Jokowi ini adalah Prabowo-Gibran.

“Keberpihakan keluarga Jokowi setuju atau tidak, meskipun secara verbal tidak diungkapkan tentu keluarga Jokowi mendukung Prabowo-Gibran, total untuk Prabowo-Gibran istilah netizen All In 02 Prabowo Gibran,” kata Arifki saat dihubungi, Kamis (8/2/2024).

Menurut Arifki, ada dua alasan kenapa Presiden Jokowi beserta keluarga besarnya mendukung Prabowo-Gibran.

Pertama, karena alasan ideologis, pasangan calon (Paslon) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu dinilai konsisten dan layak untuk melanjutkan program pemerintahan saat ini.

“Karena ini bukan hanya soal isu-isu keberlanjutan yang dimainkan oleh Prabowo-Gibran tapi juga ada faktor ideologis keberlanjutan,” ucapnya.

Lanjut Arifki, alasan kedua yaitu karena alasan biologis, Gibran merupakan putra sulung Presiden Jokowi yang pastinya masyarakat akan menilai merupakan representasi dari Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, para relawan dan simpatisan Jokowi akan menerjemahkan dan memberikan dukungannya terhadap simbol dari Jokowi yaitu Prabowo-Gibran.

“Yang kedua faktor biologis yang diwakili oleh Mas Gibran. Jadi ditanya kepada siapapun orang akan merasa bahwa Jokowi pasti mendukung Prabowo-Gibran karena rumusnya sudah ketemu, bahwa isu keberlanjutan dan juga representatif dari Jokowi secara ideologis maupun biologis diwakili oleh Prabowo-Gibran,” paparnya.

Advertorial

Advertorial

Lebih lanjut Arifki menyampaikan arah dukung Presiden Jokowi di Pilpres 2024 ini penting karena memiliki pengaruh signifikan. Salah satu alasannya adalah tingkat kepuasan masyarakat atas kerja-kerja Jokowi selama memimpin Indonesia mencapai angka yang tinggi yaitu 70-80 persen.

“Poinnya bahwa Jokowi tentu akan mendukung Prabowo Gibran. Kalau kita melihat pengaruh Jokowi dan keluarga tentu cukup besar ya, karena memang kalau kita melihat oke, keluarganya mungkin kita kesampingkan dulu kita melihat ke Jokowinya, karena Jokowi memiliki approval rating yang cukup baik atau kepuasan publik yang cukup baik,” ungkapnya.

“Artinya dengan kepuasan publik yang tinggi kepada Jokowi dan saya rasa keberpihakan Jokowi ini bukan hanya keberpihakan dia sebagai isu keberlanjutan, tapi secara pribadi juga dia berharap 02 menang. Makanya peluangnya itu juga akan besar karena memang publik lagi-lagi puas dengan pemerintahan Jokowi,” sambungnya.

Arifki memuji strategi kampanye Prabowo-Gibran dengan narasi keberlanjutan karena itu berdampak positif dan cukup efektif untuk meningkatkan elektabilitas.

“Ketika misalnya Prabowo-Gibran main dalam isu ini untuk melanjutkan tentu dampaknya itu baik, karena dampak yang baik ini memang garis relasinya tentang keberlanjutan ini juga sesuai dengan posisi Jokowi yang lagi-lagi bagus. Beda ceritanya ketika kepuasan publik lebih rendah kepada Jokowi, lalu Prabowo-Gibran memainkan narasi keberlanjutan dan saya rasa tidak akan efektif,” ucapnya.

Dijelaskan Arifki, terbukti tingkat elektabilitas Prabowo-Gibran dalam beberapa survei sudah menembus angka psikologis satu putaran yaitu 50 persen lebih. Sementara paslon lain seperti Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud masih di angka sekitar 20 persen.

“Karena di surveinya pakai indikator di lembaga-lembaga yang kredibel kaya Populi Center dan lainnya, ruang yang cukup besar bagi Prabowo-Gibran untuk berpotensi satu putaran dan juga ada kemungkinan ini juga akan masuk dua putaran ketika misalnya Ganjar -Mahfud atau Anies-Imin mengelola potensinya dengan baik untuk bisa masuk ke putaran yang kedua,” jelasnya.

“Tapi menurut saya adalah peluang Prabowo-Gibran menang satu putaran lebih besar dan kalau itu tidak terjadi, tinggal peluang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud bersaing untuk masuk ke putaran ke dua,” tutupnya.

Diketahui meski tidak hadir di atas panggung kampanye Prabowo-Gibran bersama anak dan menantunya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Nyonya Iriana juga berada di Sumatera Utara sejak Selasa (6/2/2024) hingga Kamis (8/2/2024).

Kehadiran Jokowi di Sumut untuk meresmikan Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura dan Tol Indrapura-Kisaran di Kabupaten Batubara. (*/Red)