Lyanny, Atlet Bulutangkis Banten dari Keluarga Mainaky

Gerindra Nizar

CILEGON – Keluarga Mainaky memang terkenal dengan prestasinya di bidang olahraga khususnya bulutangkis. Rexy Mainaky, peraih emas olimpiade Atlanta 1996. Richard Mainaky, Marleve Mainaky, dan Rionny Mainaky yang sukses menjadi pelatih.

Kesuksesan mereka diturunkan kepada anak-anaknya. Salah satunya ialah Lyanny Alessandra Mainaky, putri dari Rionny Mainaky yang kini tengah menjadi pelatih tim nasional bulutangkis Jepang.

Lahir di Jepang, 14 September 1996, Lyanny mulai berlatih bulutangkis sejak kecil karena tertarik melihat orangtua dan sepupunya bermain olahraga tepok bulu ini. Gadis pecinta kue tart ini memutuskan untuk menjadi atlet professional ketika usia 16 tahun.

Fraksi serang

Kendati lahir di Negeri Sakura, Lyanny lebih memilih menjadi atlet nasional Indonesia.

“Karena saya ingin jadi pemain Indonesia, ingin membawa nama harum Indonesia,” ungkapnya.

Atlet berpostur 160 cm ini merupakan besutan klub Putra Mainaky. Ia membela Provinsi Banten dalam pertandingan nasional, termasuk saat PON Jabar 2016 silam.

Namun Lyanny mengaku kecewa dengan hasil yang didapatkannya di PON Jabar 2016.

“Saya kurang puas sama performance saya di PON kemarin. Sebenarnya atletnya itu-itu saja dan memang sudah sering bertemu sebelumnya, tetapi memang kualitas mereka sangat baik saat PON,” ujar puteri dari pasangan Riony Mainaky dan Frily Karundeng.

Fraksi

Menyandang nama dari marga Mainaky yang terkenal dengan prestasinya di dunia bulutangkis, tidak membuat Lyanny Alessandra terbebani. Justru, dia sangat termotivasi.

“Pesan dari Ortu apapun yang terjadi dibawa happy dan jangan berhenti berdoa dan bekerja keras serta teruslah percaya,” lanjutnya.

Sehingga atlet penggemar minuman teh susu ini bercita-cita bercita-cita menjadi juara Olimpiade. Lyanny baru saja mengikuti pertandingan All England 2017, namun langkahnya harus terhenti di babak final kualifikasi oleh pemain asal Prancis Delphine Lansac dengan skor 15-21 dan 13-21.

Setiap hari sibuk berlatih bulutangkis, tidak membuat Lyanny lupa dengan pendidikan. Dara 21 tahun ini telah menyelesaikan pendidikannya hingga sekolah menengah atas. Alumnus SD Wijayakusuma Tangerang Selatan ini mengaku akan melanjutkan sekolah ke pendidikan tinggi setelah cita-citanya (Juara Olimpiade) tercapai.

Menurutnya, ada hal unik yang berkesinambungan antara sekolah dan bulutangkis.

“Kalau di sekolah kan biasanya banyak pake otak buat mikir, jadi pas main badminton jadi lancar otaknya hahaha,” tuturnya dengan gelak tawa.

Kini pemilik nama Lyanny Alessandra Mainaky tengah berlatih mempersiapkan diri menjelang turnamen berikutnya yang akan Ia lakoni di Singapore Super Series 2017, 11-16 April mendatang. (*)

Sumber: cnnindonesia.com

Gerindra kuswandi