Rd Saramudin, Pendekar Tanah Jawara Yang Terlupakan

Sekda

LEBAK – Banten terkenal sebagai kawasan yang “melahirkan” pendekar alias para jago sejak zaman penjajahan. Hal inilah yang kemudian menjadi julukan wilayah yang kini bernama Banten, yakni Tanah Jawara.

Dari puluhan bahkan ratusan jawara atau pendekar yang yang identik dengan maskulinitas, terselip Nama Raden Saramudin.

Rd Saramudin ini dahulunya sebagai Hulu Balang (pemimpin pasukan perang) di daerah Selatan Banten dan meninggal dimakamkan di Kampung Babakan, Rt 08 Rw 02, Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang disebut juga “MAKAM DEWA” tepat di dekat aliran sungai yang disebut juga Citando.

Namun tempat tersebut lebih dekat dari Jalan Raya Saketi Malingping, kurang lebih 3 Km, masuk lagi ke jalan Desa Senang Hati, nah dari situ lebih dekat berdekatan dengan destinasi wisata pemandian air panas yang berada di Desa Senang Hati.

Siapa sangka, konon katanya Raden Saramudin ini dahulunya ikut berjuang untuk mengusir penjajah Belanda di tanah Banten pada era Kesultanan Syafiudin tahun 1813 Masehi.

Pemprov

Raden Saramudin ini mempunyai orang tua yang bernama “Raden Bandung, Bupati Purwanegara tahun 1750 dan memiliki anak 12, salah satunya yaitu Rd. Aria Prawiranata yang menjadi Patih Lebak pada tahun 1857 – 1875, disebut juga “Patih Jahar”.

Menurut cerita, beliaulah yang mempelopori pembukaan Kota Rangkasbitung, menetapkan tanah yang baik untuk perkotaan.

Meskipun tempat pemakaman tersebut sering dikunjungi peziarah dari luar seperti, Bogor, Sumedang, Cirebon dan Rangkasbitung, namun fasilitasnya nampak tidak terawat dan serba kekurangan.

“Suka banyak yg berkunjung dari luar daerah, apalagi bulan bulan tertentu seperti maulid, bahkan banyak yang menginap,” ujar Abah Haji Muhammad, juru kunci makam kepada Fakta Banten, Senin (6/11/2023).

Haji Muhammad juga menambahkan dari tahun 70-an sampai dengan sekarang, belum pernah mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait.

“Walaupun anak keturunan Raden Saramudin ini banyak, dan ada juga yang menjadi orang-orang penting di Kabupaten Lebak, tapi seolah-olah tidak memperdulikan area makam tempat Rd Saramudin dikuburkan,” pungkasnya. (*/A. Firdaus)

Lebak