Lama Absen Akibat Pandemi, Roompoet Hijau Bersyukur Bisa Kembali Manggung 

 

PANDEGLANG – Grup Band Roompoet Hijau asal Pandeglang bersyukur dengan aturan pelonggaran protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah. Rasa syukur itu, diisi dengan makan bersama bacakan sambil latihan bareng di Saung Cikole Pandeglang, Jumat, (27/5/2022).

Pasalnya, semenjak covid 19 mulai masuk Indonesia 2 tahun silam, grup musik beraliran musik regge ini terpaksa menggagalkan kegiatan manggungnya.

“Pandemi itu bagi para musisi merupakan masa paling ancur. Kebayang gak! event sudah masuk sekitar 15, udah didepan mata di awal pandemi itu. Semua rencana manggung itu hilang semua. Kebayangkan semua rekening jadi nol semuanya. Mungkin kalau di personil ada beberapa orang yang pinter nabung, tapi itu juga cuma cukup buat kehidupan beberapa bulan doang,” ungkap Qodoy, pencetus Grup Band Roompoet Hijau.

Qodoy personil Roompoet Hijau yang memainkan Gitar pertama inipun menceritakan perjuangan personilnya yang harus rela kehilangan mata pencaharian sementara di dunia musik.

Karena terbentur aturan Pemerintah, yang melarang mereka untuk manggung, seperti di Cafe atau acara Pensi. Alhasil selama masa pandemi itu, Grup Band dengan 7 personil ini dituntut kembali mencari pundi-pundi dari penghasilan lain.

“Kalau mau dibilang stres ya kita sempat stres waktu itu, tapi mau bagaimna lagi! Dan pada akhirnya personil Roompoet itu mengambil jalan masing-masing, ada yang mencari kebutuhan di laut, terus ada yang mendadak jualan baju, masing-masing berusaha buat memenuhi kebutuhan anak istri dan kehidupan masing-masing,” ungkap bapak satu anak ini yang bernama asli Rifki.

Ks nu

Lanjut Qodoy menceritakan pengalamannya untuk bertahan hidup dan menafkahi keluarganya. Kalau biasanya mencari rezeki dengan cara bermusik, dirinya kini mendadak pergi ke laut. Dan harus rela menjemput rezeki menyelam sampai kedalam 15 meter untuk mencari dan menangkap ikan.

“Berapa sih harga ikan sekarang? paling mahal itukan Rp50 Ribu sekilo, itupun kalau dapet gimana kalau kita gak dapet, artinya itu penghasilannya gak tentu,” ungkapnya sambil tertawa.

Setelah melalui masa pandemi dengan aturan prokes ketat, akhirnya Band yang terlahir lahir pada 2007 itu merasakan angin segar.

Dengan jumlah dan formasi personil tetap sebelum pandemi, Vokalis dan perempuan satu-satunya di band masih Evi Sobari, Basis Culay, Melodi Kodoy, Ritem Becek, Drum Deni, Keyboard Kibo, dan di Jimbe Papay.

“Alhamdulillah ini mungkin Allah memberikan kekuatan bagi anak-anak (personil Band), ketika Corona sudah mau selesai, datang tawaran event manggung lagi yang menandakan kkita comeback lagi. Dan yang paling dekat ini di Labuan malam minggu besok, terus Anyer, acar Pensi di sekolah-sekolah, Bahkan sudah ada komunikasi yang dari Surabaya dan Palembang, tinggal deal-dealan aja. Mudah-mudahan lancar semuanya,” ungkapnya.

Terakhir Ia menyampaikan rasa Terimakasihnya kepada Roompoet Family, keluarga besar Band Roompoet Hijau yang tidak lelah dan berhenti untuk terus mendukung Band Roompoet Hijau. Semoga masa Pandemi tidak terulang lagi, dan semuanya bisa kembali hidup normal.

“Pesannya buat Roompoet Family semoga tetap solid, meski kemarin pergerakan sempat tertunda dan vakum tapi ikatan keluarga harus tetap terjaga. Keep Moving terus bergerak dan suport terus band lokal. Dan untuk agenda besok malam di Taman Badak Teluk Labuan jam 9 malam, Dateng-dateng-dateng,” tutupnya sambil tersenyum. (*/Fani)

Cibeber nu