Wisata Anyer

Perang Sarung Jelang Sahur di Pandeglang Akibatkan Satu Remaja Meninggal Dunia

 

PANDEGLANG – Aktivitas perang-perangan sarung yang lagi trend akhir-akhir ini di kalangan remaja dan anak-anak, akhirnya berakhir tragis dan menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa naas baru saja terjadi di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Aksi anak-anak usia SD dan SMP ini telah mengakibatkan Erwin Ardiansyah (17 tahun), siswa SMAN 8 Pandeglang, meninggal dunia.

Dikutip dari akun Facebook Guludug Tipi, Nurlaelis Syailendra (45 tahun) yang merupakan bibi korban menceritakan kronologis meninggalnya Erwin.

Aksi perang sarung terjadi antara anak-anak Kampung Kaducina dan Kampung Balegede pada Minggu (17/4/2022) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Kedua kampung ini berada di Desa Gunungsari.

“Ujung sarung anak-anak Balegede itu ternyata diikatkan ke batu dan botol. Erwin yang akan melerai malah dikeroyok dan dipukuli dengan sarung,” ungkap Lilis.

Lilis mengisahkan dari pengakuan korban dan anak-anak yang terlibat tawuran dinihari menjelang sahur itu. Mereka seperti biasa terlibat tawuran bersenjatakan sarung, namun kali ini anak-anak dari Kampung Kaducina terdesak lalu lari ke masjid.

Di masjid Erwin yang tengah mengaji terganggu, lalu keluar untuk menghalau anak-anak dari Kampung Balegede yang mengejar hingga halaman masjid.

“Erwin pingsan dengan luka di sekujur tubuhnya terutama di bagian kepala,” jelasnya.

Jam 8 pagi Erwin, anak dari perkawinan Dedi (almarhum) dan Masni, dibawa ke RSUD Berkah Pemkab Pandeglang. Namun tim medis menyarankan dibawa ke rumah sakit di Kota Serang yang berjarak kurang-lebih 35 kilometer.

Keluarga Erwin membawa korban ke RS Sari Asih untuk dilakukan CT scan, lalu RS Sari Asih menyarankan dibawa ke rumah sakit di Jakarta untuk dilakukam tindakan operasi bagian kepala, karena terjadi perdarahan.

Namun karena minim biaya, keluarga memilih membawa ke rumah sakit yang ada di Benggala, tiga kilometer dari RS Sari Asih.

“Ternyata di rumah sakit Benggala meminta biaya operasi lima puluh juta, akhirnya keluarga membawa pulang. Dan tadi sekira magrib (Minggu 17/4/2022) korban meninggal dunia,” ujar Lilis. (*/Red)

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien