Simulasi UNBK, SMPN 1 Saketi Pungut Biaya Dari Siswa

Lazisku

PANDEGLANG – Kegiatan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 1 Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang telah memungut biaya sebesar Rp 100 ribu kepada siswa peserta UNBK tersebut, hal itu dilakukan dengan alasan karena untuk biaya sewa alat kepada pihak sekolah SMA 10 Pandeglang dan biaya lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, ada beberapa peruntukan beban biaya yang diambil dari para siswa atau peserta UNBK tersebut, diantaranya biaya daya listrik sebesar Rp 10.000, pulsa internet Rp 10.000, singkronisasi data Rp 10.000, keamanan Rp 10.000, maintinance komputer Rp 10.000, konsumsi Rp 10.000, proktor Rp 10.000, teknisi Rp 10.000, pengawasan Rp 10.000 dan biaya ATK sebesar Rp 10.000.

Salah seorang warga Saketi yang enggan disebutkan namanya mengaku, kegiatan UNBK yang dilakukan pihak SMPN 1 Saketi itu telah melakukan pungutan biaya kepada siswa, dengan alasan untuk biaya mulai dari konsumsi, sewa alat dan biaya lainnya dengan jumlah sebesar Rp 100 ribu. Yang jadi pertanyaan kata dia, apakah sekolah tidak punya biaya ataukah tidak ada bantuan dari pemerintah untuk kegiatan simulasi UNBK tersebut, sehingga semua biaya itu dibebankan kepada para siswa.

Ks

“Kegiatan simulasi UNBK biayanya dibebankan kepada siswa, memangnya sekolah tidak punya anggaran atau tidak ada bantuan dari pemerintah. Jangan sampai kegiatan itu dijadikan azas manfaat oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi, maka saya minta pemerintah harus menyikapi persoalan itu,” ungkapnya, Rabu (14/3/18)

Sementara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala SMPN 1 Saketi, Mamad mengatakan, untuk biaya simulasi UNBK itu berdasarkan hasil rapat bersama komite sekolah, namun kalau pihaknya tidak ada keterlibatan soal urusan pemungutan biaya UNBK tersebut.

“Jadi gini, beberapa waktu lalu kita rapat bersama komite sekolah, jadi itu inisiatif komite yang berdasarkan hasil rapat komite itu sendiri,” imbuhnya

Ia juga membantah, kalau pihak sekolah tidak terlibat dalam urusan soal pemungutan biaya UNBK tersebut, karena itu ranahnya komite sekolah.

“Memang kita tahu, karena dulu juga dirapatkan bersama komite sekolah, kemudian komite membahas masalah itu ke para wali murid,” kilahnya

Saat ditanya apakah pihak sekolah tidak bisa menganggarkan atau kah tidak ada bantuan dari pemerintah untuk kegiatan simulasi UNBK. Dirinya mengaku, kalau untuk kegiatan simulasi itu biayanya tidak dibantu oleh pemerintah, terkecuali pada saat kegiatan UNBKnya, baru biaya untuk pengawasan dan sebagainya ada.

“Simulasi UNBK itu tidak dibiayai dari BOS, terkecuali pelaksanaan UNBK, baru ada biaya dari situ,” katanya

Saat ditanya lagi berapa jumlah siswa yang mengikuti kegiatan simulasi UNBK tersebut, ia mengaku ada sebanyak 164 orang, adapun tempat kegiatan simulasi UNBK tersebut di SMAN 10 Pandeglang dengan menggunakan sarana komputer sekolah yang dijadikan tempat simulasi UNBK itu (SMAN 10 Pandeglang).

“Kegiatan simulasi UNBK juga ada pengawasnya, selain itu alat yang digunakan punya SMAN 10 Pandeglang, karena kami tidak punya komputer. Jadi kami sewa di sekolah SMAN 10 Pandeglang,” tuturnya. (*/Achuy)

DPRD Banten LH
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien