Wisata Anyer

150 Warga Belajar PKBM Se-Kota Serang Diwisuda, Forum PKBM Soroti Minimnya Perhatian

SERANG-Sebanyak 150 warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Serang mengikuti Gebyar Pelepasan pada Jumat, (19/6/2026) lalu.

Kegiatan wisuda tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan peserta Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan.

Mengusung tema “Meraih Masa Depan Gemilang melalui Pendidikan Kesetaraan yang Berkualitas”, acara berlangsung di Aula Gedung PWM Banten.

Kegiatan ini dihadiri warga belajar lulusan, pengelola PKBM, tutor, serta tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ahmad Mubarok selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, wisuda ini bukan hanya seremoni kelulusan, namun menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar-PKBM.

“Serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nonformal di Kota Serang,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta terdiri dari 120 warga belajar, 20 tutor dan kepala PKBM, serta tamu undangan.

Rangkaian acara meliputi prosesi pelepasan warga belajar, pemberian penghargaan kepada warga belajar berprestasi, penampilan kreativitas peserta didik, dan kegiatan lain untuk menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Ahmad Mubarok menyampaikan, rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan.

Semoga, kata dia, segala bentuk dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan.

“Dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” katanya.

Kepada wisudawan, ia berpesan agar menjadikan momen kelulusan sebagai awal melangkah ke jenjang lebih tinggi.

Juga agar menjadikan momen ini sebagai awal untuk mengembangkan keterampilan.

“Dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Ketua Forum PKBM Kota Serang, Jafarudin, mengapresiasi kerja keras warga belajar.

Menurutnya, menempuh pendidikan di jalur non-formal dengan segala dinamikanya membutuhkan komitmen dan pengorbanan waktu yang luar biasa,

“Saudara membuktikan bahwa kerja keras tersebut membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia menegaskan ijazah Paket A, B, C merupakan pintu gerbang untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha.

Jafarudin juga mengucapkan terima kasih kepada para tutor atas dedikasi dan kesabarannya.

Dalam sambutannya, Jafarudin menyoroti kondisi PKBM yang belum mendapat perhatian ideal.

Ia menyebut, PKBM sering kali dianaktirikan.

“Ketika sekolah formal mendapatkan fasilitas megah dan anggaran melimpah, PKBM sering harus bertahan dengan ruang kelas seadanya—menumpang di balai desa, mengontrak rumah warga, atau bahkan mengajar di emperan toko,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kesejahteraan tutor yang masih minim. Padahal, mereka pejuang garis depan yang mencerdaskan anak bangsa yang putus sekolah.

“Saya sering sampaikan: sabar Bapak Ibu, sebentar lagi ada tutor yang bersertifikasi, berinpassing, dan berP3K,” lanjutnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Tb. Agus Nuryadin, meminta pengelola PKBM menjalin koordinasi baik dengan Dinas Pendidikan.

Tujuannya agar program bantuan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan optimal.

“Gunakan bantuan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi masyarakat dan anak-anak di Kota Serang,” ujarnya.

Acara ditutup dengan permohonan maaf dari panitia atas segala kekurangan selama pelaksanaan.

Forum PKBM dan Dinas Pendidikan berharap lulusan PKBM Kota Serang terus belajar dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.***

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien