Bangun Ekosistem Kesehatan Terintegrasi, Bethsaida Hospital Serang Kini Punya Pusat Trauma Terpadu

SERANG– Bethsaida Hospital Serang resmi mengoperasikan Advanced Trauma Center, pusat penanganan cedera dan kegawatdaruratan yang melayani pasien 24 jam.
Peluncuran ini yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) ini juga dibarengi dengan hadirnya mesin MRI 1.5T dan unit Hemodialisis untuk melengkapi layanan diagnostik dan terapi di rumah sakit.
Kehadiran pusat trauma terpadu ini menyasar kebutuhan masyarakat Serang, Cilegon, dan sekitarnya yang didominasi kawasan industri, logistik, serta mobilitas kendaraan tinggi.
Risiko kecelakaan kerja dan lalu lintas yang lebih besar, membuat akses layanan trauma cepat dan terintegrasi jadi krusial.
Konsep Advanced Trauma Center dirancang mulai evaluasi awal oleh tim khusus, pemeriksaan penunjang, tindakan medis, hingga pemulihan.
Pasien ditangani tim dokter spesialis multidisiplin: ortopedi, bedah saraf, bedah umum, bedah mulut, bedah digestif, radiologi, penyakit dalam, mata, konservasi gigi, anestesi, hingga rehab medik.
Fasilitas yang mendukung alur itu meliputi IGD 24 jam, smart ambulance, kamar operasi, C-Arm, Cath Lab, serta ruang rehabilitasi medik. Untuk diagnostik, rumah sakit sudah menyiapkan X-Ray, USG, CT Scan 258 Slice, dan MRI 1.5T.
Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandi mengungkapkan, melalui Advanced Trauma Center, pihaknya ingin menghadirkan layanan trauma yang tidak hanya cepat dalam respons, tetapi juga komprehensif dalam penanganan.
“Dengan dukungan dokter spesialis, fasilitas modern, serta teknologi diagnostik seperti MRI 1.5T, kami berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal, aman, dan terpercaya,” ujarnya.
Teknologi MRI 1.5T dihadirkan untuk membantu dokter melihat kondisi jaringan lunak, tulang belakang, sendi, dan saraf dengan lebih jelas. Ini penting pada kasus trauma yang butuh visualisasi detail sebelum menentukan tindakan.

dr. Eha Juleha, Dokter Spesialis Radiologi di Betshaida Hospital Serang mengungkapkan, dalam penanganan trauma, pemeriksaan radiologi memiliki peran penting untuk membantu dokter melihat kondisi pasien secara lebih detail.
“Dengan dukungan MRI 1.5T, evaluasi terhadap jaringan lunak, tulang belakang, sendi, maupun saraf dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga dokter klinisi dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat,” jelas dr. Eha.
Bersamaan dengan pusat trauma, Bethsaida Hospital Serang juga membuka layanan Hemodialisis.
Unit cuci darah ini ditujukan bagi pasien gagal ginjal kronis agar tidak perlu jauh-jauh mencari layanan terapi rutin.
Direktur Sales, Marketing dan Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, menyebut pengembangan ini bagian dari strategi membangun ekosistem layanan kesehatan yang lengkap dan berorientasi pada pasien.
“Bethsaida Healthcare terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Advanced Trauma Center memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan yang mampu menangani kasus trauma secara terpadu,” katanya.
Sejalan dengan ini, CEO Bethsaida Healthcare Serang, Norman Daulay menegaskan bahwa pihaknya terus mengembangkan ekosistem layanan kesehatan terintegrasi di wilayah Banten.
Saat ini, jaringan Bethsaida sudah mengoperasikan 2 rumah sakit utama di Serang dan menyiapkan pembangunan rumah sakit ketiga serta jaringan klinik satelit.
“Dan hospital melainkan membangun sebuah ekosistem kesehatan terintegrasi yang luas dan saling mendukung. Kami sudah memiliki Bethsaida Hospital Serpong dan Bethsaida Hospital Serang, 2 hospital sebagai pilar utama dan tentunya kami optimis akan segera membangun hospital kami yang ke-3 dalam waktu dekat,” ujar Norman.
Dengan langkah ini, Bethsaida Hospital Serang menargetkan jadi rujukan utama penanganan trauma di wilayah Banten barat melalui respons cepat, teknologi diagnostik modern, dan kolaborasi dokter spesialis.***


