Upaya Kurangi Dolbon, Pemkot Serang Buat Program Sanimas IsDB di 9 Kelurahan

SERANG– Walikota Serang Sayfrudin resmikan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) yang merupakan program dari program Sanitasi Berbasis Masyarakat Islamic Development Bank (Sanimas IsBD) di Lingkungan Kamanisan Masjid, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (2/3/2020).

Selain pembangunan di Kelurahan Sukawana-Curug, turut dibangun pula serentak 8 Kelurahan lainnya. Yakni, Kelurahan Kemanisan-Curug, Kelurahan Walantaka-Walantaka, Kelurahan Pasuluhan-Walantaka, Kelurahan Priyayi-Kasemen, Kelurahan Kilasah-Kasemen, Kelurahan Kasunyatan-Kasemen dan Kelurahan Umbul Tengah-Taktakan.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, bahwa sebetulnya pembangunan ini diperuntukkan bagi pembuangan tinja dari rumah warga dengan menitikkan pada 1 titik untuk menampung minimal 50 rumah atau lebih.

“Ini program pusat melalui Pemkot, diserahkan ke Pemkot kepentingan untuk masyarakat, dan di Kota Serang masih banyak yang tidak punya jamban. Ini untuk mengurangi jumlah yang dolbon,” kata Syafrudin seusai acara.

Ia juga mengatakan, ada sekitar 30.000 Kepala Keluarga (KK) di Kota Serang belum memiliki jamban, sehingga banyak masyarakat yang buang air besar di belakang rumah (Dolbon).

Kartini dprd serang

“Jumlah ini luar biasa. Bikin rumah yang biayanya Rp50 juta bisa, tapi bikin jamban yang hanya Rp1-5 juta tidak bisa,” ungkapnya.

Syafrudin memerintahakan, para Lurah agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakatnya untuk membuat jamban. Sehingga, tidak ada lagi kejadian Dolbon di Kota Serang.

“Yang punya rumah, harus buat jamban. Sebab, disini (Kota Serang) itu Ibu Kota Provinsi Banten,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang, Iwan Sumardi mengungkapkan, pembangunan ini merupakan program anggaran tahun 2019.

Ia memandang, apabila respon dari masyarakat baik, maka program ini akan dilakukan secara berkelanjutan di tahun 2020 dan seterusnya.

“Apabila program ini sudah berjalan, diharapkan perawatannya dapat dijaga, dan dengan adanya program ini, kesadaran masyarakat dapat tumbuh. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dolbon, karena tidak memilki jamban,” tandasnya. (*/YS)

Polda