SD Bosowa Al Azhar Cilegon Sabet Dua Juara di Festival Tunas Bahasa Ibu 2026
CILEGON – Dua siswa SD Bosowa Al Azhar Cilegon berhasil mengukir prestasi pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Prestasi tersebut diraih oleh dua siswa kelas 6, yaitu Aisyah Ayudia Inara yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek dan Raysa Medina Putri yang meraih Juara Harapan 2 Lomba Nembang.
Kegiatan FTBI 2026 tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di SDN Blok C, Kota Cilegon.
Ajang ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkesenian daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya ibu.
Dalam Lomba Menulis Cerita Pendek, Aisyah Ayudia Inara berhasil meraih Juara 3. Pada kategori ini, peserta ditantang untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah cerita yang memiliki alur dan penyampaian yang baik.
Capaian Aisyah menunjukkan kemampuannya dalam menuangkan ide melalui tulisan serta mengembangkan kreativitas dalam bidang literasi.
Sementara itu, Raysa Medina Putri berhasil meraih Juara Harapan 2 pada Lomba Nembang. Melalui cabang lomba ini, Raysa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan seni suara sekaligus mengenal dan menyampaikan karya tembang sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman positif bagi Raysa dalam mengasah keberanian tampil dan kemampuan seni.
Keberhasilan kedua siswa tersebut tidak hanya menambah deretan prestasi SD Bosowa Al Azhar Cilegon, tetapi juga menunjukkan keberagaman potensi peserta didik.

Aisyah melalui kemampuan literasinya dan Raysa melalui kemampuan seni budaya, keduanya mampu membawa nama sekolah dalam ajang yang berkaitan erat dengan bahasa dan budaya daerah.
Kepala SD Bosowa Al Azhar Cilegon, Laila Amalia, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian yang diraih Aisyah dan Raysa.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa usaha dan keberanian siswa untuk mengikuti kompetisi dapat memberikan pengalaman sekaligus capaian yang positif.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas keberhasilan Aisyah dan Raysa. Keduanya sudah berusaha mengikuti proses dengan baik dan memberikan kemampuan terbaiknya hingga membuahkan hasil. Tentu kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Bagi sekolah, proses yang mereka jalani juga menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk mengembangkan potensi,” ujar Laila.
Laila juga menilai bahwa FTBI memiliki nilai penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal bahasa dan budaya daerah melalui aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Menurutnya, kegiatan seperti menulis cerita pendek dan nembang dapat menjadi sarana pembelajaran yang membuat siswa tidak hanya memahami bahasa dan budaya secara teori, tetapi juga mengaplikasikannya melalui karya dan penampilan.
“Harapannya, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi Aisyah, Raysa, dan siswa lainnya untuk terus belajar, berani mencoba, serta mengembangkan potensi masing-masing. Kami juga ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan yang perlu dikenal dan dilestarikan,” tambah Laila.
Capaian Aisyah dan Raysa dalam FTBI 2026 sekaligus menjadi bagian dari komitmen SD Bosowa Al Azhar Cilegon dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam literasi, seni, bahasa, budaya, serta berbagai potensi lainnya. Sekolah berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan di jenjang berikutnya.***

