Imbas Pandemi, 23 Perusahaan Bergengsi di Tangerang ini Bangkrut

0

TANGERANG – Imbas pandemi Covid-19 yang berlangsung kurang lebih delapan bulan ini menerpa 23 perusahaan bergengsi di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Ada 23 perusahaan besar yang terdampak,” ujar Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrian Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

“Perusahaan yang gulung tikar ini terdiri dari sektor sepatu, otomotif, keramik dan lain sebagainya,” ucapnya lagi.

Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang sempat dibangun di kawasan wilayah dengan julukan ‘Seribu Industri’ ini kini stop memproduksi dan menyalurkan barang-barangnya.

Bahkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal pun terjadi.

“Total yang terkena PHK dan dirumahkan sebanyak 40.000 orang,” kata Hendra.

Hendra menyatakan pihaknya berupaya untuk menekan laju angka pengangguran yang kian tinggi. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini.

“Upaya kami dalam pengentasan pengangguran melalui BLK (Badan Latihan Kerja). Dengan pelatihan agar memiliki kompetensi sesuai pasar kerja yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sebelumnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi di Tangerang.

Kali ini pabrik produksi sepatu akan melakukan PHK ribuan karyawannya.

“Ada 1.800 buruh yang akan diberhentikan,” ujar Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Hendra kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya PHK massal ini dilakukan karena pabrik yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang itu akan tutup. Pabrik tersebut gulung tukar imbas dari pandemi Covid-19.

“Bulan ini mereka terakhir kerja,” ucapnya.
Hendra menyebut perusahaan tidak sanggup bertahan dan membayar gaji pegawainya. Pabrik itu mengalami kerugian lantaran tidak adanya penjualan.

“Sehingga hal itu mematikan uang pemasukan. Datanya kami ada, tapi tidak bisa dipublish ke umum,” kata Hendra.

Ia merinci sejak awal pandemi hingga kini total yang terkena PHK dan dirumahkan sebanyak 37 ribu buruh. Dan menurutnya data ini akan terus semakin bertambah.

“Jadi dengan total sekitar 37 buruh dirumahkan dan kena PHK ditambah 1.800 pegawai yang akan diberhentikan, artinya bisa hampir 40.000 karyawan terkena dampaknya,” ungkapnya. (*/Wartakota)

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi