Cerita Suka Ria Pengemis di Pelabuhan Merak Saat Arus Mudik

Gerindra Nizar

Cerita Suka Ria Pengemis di Pelabuhan Merak Saat Arus Mudik

CILEGON – Abadiyah (nama samaran) seorang ibu-ibu pengemis berumur 40 tahun, mengaku sudah puluhan tahun menekuni profesi sebagai peminta-minta atau pengemis di wilayah Kota Cilegon dan Serang.

Saat tiba arus mudik lebaran, adalah momen yang penuh suka ria bagi dirinya, karena mampu meraih pundi-pundi uang hingga jutaan rupiah setiap harinya dari para pemudik yang menyebrang di Pelabuhan Merak.

Fraksi serang

Beroperasi dari pagi sampai malam hari, Abadiyah mengaku bisa mengumpulkan uang Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta lebih.

“Hari ini lumayan sudah hampir dapat 600 an,” ungkapnya kepada faktabanten.co.id sambil tersenyum dan menunjukan jari tangan berjumlah 6, saat ditemui di salah satu toko waralaba Pelabuhan Merak, Jum’at (22/6/2017).

Saat ditanya kode jari 6 itu, apakah Rp 60 ribu, pengemis itu membantah dan menegaskan bahwa pendapatannya yang diraih hari ini mencapai Rp 600 ribu.

“600 ribu bukan 60 ribu,” ungkap Abadiyah.

Dirinya juga menganggap bahwa profesinya itu adalah sesuatu yang mudah dan nyaman, hanya tinggal duduk dikasih uang oleh pemudik yang melintas.

Fraksi

“Enak duduk saja sudah dapat uang, banyak lagi,” lanjutnya.

Ketika bukan musim mudik, Abadiyah mengaku biasa mangkal di daerah Simpang Tiga Cilegon di sekitar mall, begitu juga di Serang ia biasa mangkal di tempat keramaian pusat perbelanjaan.

“Karena musim mudik, saya disini, kalau enggak biasa di depan mall di Serang atau Cilegon,” imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa dirinya sudah sering tertangkap saat razia Dinas Sosial Kota Cilegon, namun tidak pernah kapok untuk kembali terjun ke jalanan melanjutkan profesinya sebagai pengemis. Karena menurutnya, saat terjaring hanya diberikan arahan dan pembinaan saja, namun tidak pernah diberikan sesuatu yang kongkret.

“Saya enggak pernah kapok karena mengemis itu lebih jelas dapetnya, tapi kalau pembinaan dari pemerintah mah tidak memberikan jalan keluar masalah keuangan,” tegasnya.

Pengemis lainnya, Miskun (nama samaran) yang pada Jumat malam (23/6/2017) tadi juga mangkal di depan pintu masuk Pelabuhan Merak, menuturkan hal yang sama. Bahwa dirinya juga mendapatkan berkah tersendiri saat musim mudik lebaran. Hanya dengan duduk dirinya sudah mendapatkan banyak uang dari para pemudik khususnya pejalan kaki.

“Musim mudik biasanya banyak, selain momen puasa biasanya para pemudik pasti banyak uang,” ungkapnya singkat, tanpa mau menjelaskan berapa pendapatannya per hari ini. (*)

Penulis: Uri.

Gerindra kuswandi