Erick Thohir Sebut ada Korupsi di Krakatau Steel, Warga Cilegon Siap Mengawal Sampai Tuntas

CILEGON – Dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mencuat ke permukaan, dan yang memunculkan ke publik bukan sembarangan orang, melainkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Hal itu diungkap orang kepercayaan Presiden Joko Widodo tersebut saat menyebut utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencapai USD2,2 miliar atau setara Rp31 triliun.

Dikutip dari cnbcindonesia.com Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan adanya indikasi korupsi di dua BUMN, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan grup BUMN perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) harus ditindaklanjuti dan harus dipertanggungjawabkan.

Erick mengatakan, jangan sampai direksi perusahaan yang saat ini yang harus menanggung beban dan akhirnya bisa berdampak pada rencana pengembangan bisnis perusahaan ke depannya.

“Tapi kita kan nggak boleh merem mata juga, kalau yang sebelum ini ada tindak pidana korupsi yang harus dipertanggungjawabkan kan. Jangan sampai direksi baru, komisaris baru terkena karena dibilang pembiaran,” kata Erick di Telkomsel Smart Office, Kamis (30/9/2021).

Menanggapi hal itu, elemen masyarakat Cilegon seperti LKPK (Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi), Tokoh masyarakat pemerhati BUMN, Aktivis Buruh, JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembagunan) dan unsur seni budaya dalam keterangan persnya mereka siap mengawal pernyataan Menteri BUMN terkait dugaan tersebut.

Ketua Markas Wilayah LKPK (Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi) Kota Cilegon Maman Hilman mengatakan pihaknya peduli dengan Krakatau Steel dan memberikan dukungan kepada Menteri BUMN atas pernyataan dugaan korupsi di tubuh KS.

“Mari kita Kawal kita usut tuntas terjadinya indikasi korupsi ini sehingga memang pada akhirnya harus ditemukan aktor intelektualnya, dan tentunya kami pun sebaiknya masyarakat Cilegon memberikan apresiasi kepada direksi jajaran di KS yang sudah memberikan nilai positif sudah mulai membangkitkan kejayaan Krakatau Steel,” ujarnya kepada Fakta Banten, Selasa (5/10/2021).

Maman menuturkan pihaknya akan terus mengawal bersama dengan Kementerian BUMN dan siap menjadi garda terdepan untuk mengawal statement yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN.

“Walaupun memang ini adalah project lama yang mangkrak dari anggaran awalnya empat triliun kalau mau ke belakang tidak hanya blast furnace ada juga zero reformers dan lain-lainnya ini hanya baru satu titik yang diduga ada unsur korupsinya,” ungkapnya.

“Ini adalah upaya untuk mengangkat Banten menjaga KS, tentunya kasian orang orang dulu kita yang korban tanahnya waktu itu rela dihibahkan untuk kepentingan masyarakat kota Cilegon, malah ini ada dugaan korupsi, kemana itu buat siapa? ini yang membuat sakit hati masyarakat Cilegon,” imbuhnya.

Senada dengan Maman, Tokoh masyarakat Cilegon dan pemerhati BUMN Rebudin mengatakan turut memberikan dukungan atas indikasi diketemukannya dugaan korupsi di badan Krakatau Steel.

Insya Allah kami akan memberikan dukungan dan meminta kepada Pak Menteri BUMN pertanggungjawaban terkait niat baiknya beliau, indikasi KS hari ini hutang yang semakin menggunung, langkah-langkah restrukturisasi tentu berdampak kepada masyarakat Cilegon dengan pemutusan hubungan kerja, setelah ditelusuri ternyata dari segi dan persoalan itu salah satunya tidak sehatnya neraca keuangan KS,” katanya.

Pihaknya bersama komponen-komponen masyarakat Cilegon akan segera melayangkan surat untuk memberikan dan meyakinkan kepada Menteri BUMN dan akan menghadap langsung menemuinya.

“Kami akan terus memberikan support dukungan moril terkait niat baiknya pak menteri dan akan melayangkan surat ke KPK dan auditor negara yang disebut Badan Pemeriksa Keuangan, mudah-mudahan pada akhirnya Allah bukakan titik terang,” ucapnya.

“Kami orang Cilegon menyakinkan Pak Menteri BUMN bahwa niat baik bapak untuk mengungkap ini jangan merasa sendiri, kami akan berada di samping depan samping belakang samping kiri samping kanan guna dalam rangka tujuanpembangunan ekonomi khususnya di Banten dan Cilegon, kami akan terus support langkah langkah beliau,” imbuhnya.

Aktivis Buruh Kota Cilegon Saiful Majid menyebut restrukturisasi karyawan dapat merugikan masyarakat Cilegon, terlebih di awal ketika Krakatau sudah tercium ada kebangkrutan di tahun 2019 itu kita sudah dikorbankan sekitar 2867 orang dari outsorcing dan ke depan kata dia akan ada 2000 lagi yang di PHK.

“Alhamdulillah dengan adanya Bapak Erik Thohir yang berani mengungkap ini, jangan takut kami ada di belakang Bapak akinya ketika memang buruh diharuskan keluar dari sarangnya yang nganggur nganggur bersiap keluar dan berada di depan, saya berharap masalah dugaan korupsi ini, bapak menteri bisa menuntaskan persoalan ini,” katanya.

Pihaknya juga mengatakan dugaan ini harus dituntaskan secara keseluruhan, agar uang yang hilang tersebut muncul kembali dan membangun KS seperti kejayaan masa lalu, ia menilai sepanjang tahun terakhir Krakatau Steel semakin terpuruk.

“Mudah mudahan support dari kita prosesnya akan menjadi cepat dan buruh yang ada di Cilegon mari bahu membahu untuk mengawal ini, agar bisa kembali bekerja,” imbuhnya.

Masih terkait hal tersebut, Sekretaris DPD JPKP (Jaringan pendamping kebijakan pembagunan) Kota Cilegon Ikin Al Maut, turut memberikan pandangan yang sama agar kasus yang diduga bisa diselesaikan sampai tuntas.

“Kami ikut mengawal dan mengapresiasi statemen Mentri BUMN, atas dugaan tersebut tentu dampaknya sangat signifikan untuk masyarakat Cilegon, PHK sampai tidak adanya kesempatan untuk bergabung, kami akan bangun komunikasi ke pusat, agar indikasi ini cepat terkuak, siapa pelaku yang ada di dalamnya,” pungkasnya. (*/Ihsan)