Hari Aksara Internasional, 95 Persen Masyarakat Cilegon Sudah Melek Huruf

Gerindra Nizar

 

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan Kota Cilegon menggelar acara Peringatan Hari Aksara Internasional Ke-57 Tahun 2022 Tingkat Kota Cilegon dengan tema “Transformasi Literasi Dalam Konteks MERDEKA BELAJAR” yang berlangsung di Taman Layak Anak Kota Cilegon, Kamis (01/12/2022).

Hari Aksara Internasional merupakan sebuah peringatan untuk menyosialisasikan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan Program Merdeka Belajar melalui penyadaran pentingnya ruang belajar literasi untuk membangun ketahanan serta memastikan pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif untuk semua.

Fraksi serang

Tujuan dari peringatan Hari Aksara Internasional yaitu untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi sebagai masalah martabat dan hak asasi manusia.

Peringatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Cilegon Maman Mauludin dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Heni Anita Susila.

Selain itu, pada momen tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis Data Warga Belajar dan Warga Keterampilan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon.

Pada peringatan tersebut juga digelar Lomba Memasak dan Qosidah yang diikuti oleh Warga Belajar Keaksaraan Fungsional atau Buta Aksara dari 8 Kecamatan di Kota Cilegon, terdapat pula lomba Stand PKBM yang diikuti oleh 8 PKBM dari 8 Kecamatan di Kota Cilegon.

Pada kesempatan itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan dukungannya terhadap program yang dicanangkan Dinas Pendidikan untuk mengatasi Buta Aksara di Kota Cilegon.

Fraksi

“Saya sangat mensupport dan mendukung terhadap program – program dari dinas pendidikan terutama dalam hal mengatasi buta aksara di Kota Cilegon ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Helldy meminta agar masyarakat buta aksara di Kota Cilegon dapat dilatih dalam beriwrausaha dan bekerja.

“Selain bisa membaca dan menulis masyarakat yang terkena buta aksara ini juga harus diperhatikan dalam hal berusaha dan bekerja, oleh karena itu saya minta kepada Disnaker dan Disperindag agar masyarakat buta aksara ini dapat dilatih dan dibina supaya bisa berwirausaha serta bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, Helldy juga mengajak kepada masyarakat dan instansi terkait untuk bersama – sama berantas buta aksara di Kota Cilegon.

“Kita tidak bisa berantas permasalahan dengan sendiri – sendiri, perlu adanya kolaborasi salah satunya yaitu berntas buta aksara ini, oleh sebab itu saya mengajak kepada masyarakat Cilegon dan instansi terkait agar supaya bisa bersama – sama mengatasi permasalahan buta akasara di Kota Cilegon ini dengan harapan tidak ada lagi masyarakat Cilegon yang tidak bisa membaca dan menulis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan angka melek huruf di Kota Cilegon telah mencapai 95%.

“Alhamdulillah buta aksara atau angka melek huruf di Kota Cilegon telah mencapai 95%, ini merupakan sebuah prestasi dan keaksaraan fungsional warga belajarnya juga saat ini bukan mengenal huruf lagi tetapi sudah meningkat ke yang lebih tinggi,” jelasnya.

Heni juga menjelaskan bahwa peringtan hari aksara internasional ini merupakan momen tahunan yang digelar oleh seluruh Kab/Kota di Indonesia.

“Momen hari aksara internasional ini merupakan momen setiap tahun yang biasanya digelar oleh seluruh Kab/Kota di Indonesia dimana sebagai moment yang penting bagi warga pendidikan non formal baik di tingkat Kota, Provinsi maupun Nasional,” pungkasnya. (*/Red)

Gerindra kuswandi