Kisruh KT Gerem, Demisioner Ketua Sudah Memfasilitasi Pertemuan Kedua Pihak sebelum MWKT
CILEGON – Pelaksanaan Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) XI Tunas Mekar Kelurahan Gerem yang digelar di Aula Kelurahan Gerem, Sabtu (20/6/2026), diwarnai aksi unjuk rasa dari kubu bakal kandidat ketua lainnya.
Aksi tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap proses pelaksanaan musyawarah dan susunan kepanitiaan yang dinilai tidak sesuai harapan pihak pendemo.
Menanggapi hal tersebut, demisioner Ketua Karang Taruna Tunas Mekar, Muhamad Nai mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya mempertemukan kedua bakal calon ketua sehari sebelum pelaksanaan MWKT.
Pertemuan itu dilakukan untuk mencari titik temu dan mencegah terjadinya polemik saat musyawarah berlangsung.
“Semalam sudah difasilitasi oleh saya, memanggil ke dua calon untuk mencari solusi, tapi Kang Herdi itu pengen panitia diganti oleh orangnya, katanya biar netral,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Dalam proses mediasi tersebut, kata dia, salah satu usulan yang disampaikan oleh bakal calon lainnya adalah penundaan jadwal pelaksanaan MWKT.
Namun usulan tersebut dinilai sulit dilaksanakan karena seluruh tahapan dan persiapan kegiatan telah berjalan sesuai agenda.
“Beliau juga meminta untuk mengundur waktu pelaksanaan tiga hari sampai seminggu ke depan, tapi kan panitia sudah sosialisasi dan mempersiapkan segala sesuatunya,” katanya.
Selain meminta penundaan jadwal, lanjutnya, pihak bakal calon juga mengusulkan adanya perubahan dalam struktur kepanitiaan.
Salah satunya terkait posisi sekretaris yang diharapkan berasal dari pihaknya agar dianggap lebih netral.
“Dengan panitia yang sudah terbentuk dia menginginkan untuk posisi sekretaris harus orangnya dia, sedangkan dari 20 anggota pengurus yang aktif di Karang Taruna itu 15 atau mayoritas menyepakati dengan panitia yang sekarang,” ungkapnya.
Meski berbagai masukan telah disampaikan dalam forum mediasi, ia menilai permintaan tersebut tidak memungkinkan untuk direalisasikan karena pelaksanaan musyawarah sudah berada pada tahap akhir persiapan.
“Permintaannya itu semalam pada saat dimediasi tidak bisa dipenuhi karena sudah di ujung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga sempat menawarkan solusi lain dengan memberikan kesempatan kepada salah satu kandidat bakal calon lainnya untuk maju dalam kontestasi maupun mengambil peran dalam kepengurusan. Namun tawaran tersebut tidak mendapat respons positif.
“Dan dia juga kenapa tidak mendaftarkan ditawarkan lah posisi sebagai wakil tapi jawaban Suherdi tidak mau dan dia menyampaikan untuk tetap demo,” katanya.
Terkait proses pencalonan, ia menegaskan bahwa panitia telah membuka pendaftaran selama tiga hari dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak yang ingin maju sebagai calon ketua.
“Sudah kita berikan kesempatan untuk mendaftar 3 hari itu, tapi sampai malam tidak ada mendaftar ke panitia,” ujarnya.
Bahkan, menurutnya, panitia masih memberikan kelonggaran hingga menjelang pelaksanaan MWKT sebagai bentuk itikad baik untuk mengakomodasi seluruh aspirasi yang ada.
“Bahkan kalau semalam mau mendaftar juga panitia sudah berikan kesempatan,” pungkasnya.(*/ARAS)

