Wisata Anyer

Tanpa APBD Cilegon, Seni Ubrug Pimpinan Bahroni Melenggang ke Festival Internasional Pakistan

CILEGON– Kelompok Seni Ubrug Cilegon membuktikan bahwa keterbatasan dukungan anggaran daerah bukan penghalang untuk menembus panggung internasional.

Kelompok seni yang dipimpin Bahroni alias Kang Roni itu akan tampil dalam The 3rd Punjab Maas International Theatre Festival 2026 di Lahore, Pakistan, pada 23-28 Oktober 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting bagi kesenian tradisional Kota Cilegon untuk memperluas jangkauan promosi hingga ke luar negeri.

Ubrug yang selama ini tumbuh sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat lokal kini mendapat kesempatan untuk diperkenalkan kepada penonton internasional.

Festival teater internasional tersebut digelar di Alhamra Arts Council, The Mall, Lahore, Pakistan.

Selama rangkaian kegiatan, Tim Ubrug Cilegon akan membawa kesenian tradisional daerah ke tengah pertemuan para pelaku seni dari berbagai latar belakang budaya.

Ketua Tim Ubrug Cilegon, Bahroni alias Kang Roni, mengatakan, kesempatan tampil di Pakistan menjadi langkah positif untuk memperkenalkan Ubrug sekaligus membawa nama Kota Cilegon dan Indonesia ke panggung dunia.

“Sekaligus ini juga membawa nama baik Kota Cilegon dan Indonesia,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Bahroni, tampil dalam festival internasional bukan sekadar memenuhi undangan pertunjukan.

Kesempatan tersebut juga menjadi ruang bagi kesenian tradisional Cilegon untuk menunjukkan eksistensi dan potensinya di tengah perkembangan seni pertunjukan global.

“Kami ingin Ubrug Cilegon dikenal di tingkat internasional,” ujarnya.

Namun, langkah kelompok seni tersebut menuju Pakistan tidak ditopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.

Keberangkatan mereka mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana.

Dukungan pemerintah pusat tersebut membuka kesempatan bagi pelaku seni daerah untuk tampil di forum internasional.

Bantuan itu sekaligus memperlihatkan pentingnya akses pendanaan bagi kelompok kesenian yang ingin mengembangkan karya dan memperluas jejaring di luar negeri.

Di tingkat daerah, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo turut memberikan dukungan terhadap keberangkatan Tim Ubrug Cilegon. Dukungan itu diberikan tanpa menggunakan APBD, di antaranya melalui bantuan akomodasi tiket pesawat, tambahan uang saku, serta pendampingan persiapan keberangkatan.

Perhatian tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pelaku seni lokal untuk membawa kebudayaan Cilegon ke tingkat internasional.

Terlebih, kesempatan tampil di luar negeri membutuhkan persiapan dan dukungan berbagai pihak agar dapat berjalan optimal.

Peran Fajar juga tidak berhenti pada persoalan keberangkatan. Ia turut membantu menjembatani komunikasi antara Tim Ubrug Cilegon dengan pengusaha asal Pakistan serta Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia.

Upaya membangun komunikasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama kebudayaan lintas negara. Dengan begitu, keikutsertaan Ubrug Cilegon tidak hanya berakhir pada satu agenda pertunjukan, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk untuk memperluas hubungan kebudayaan Indonesia dan Pakistan.

Dalam proses persiapan, Fajar turut memberikan masukan mengenai gagasan karya yang akan dibawakan kelompok seni tersebut.

Masukan itu menjadi bagian dari upaya mematangkan konsep pertunjukan agar dapat disajikan secara menarik kepada penonton dari latar belakang budaya yang berbeda.

Bahroni berharap, partisipasi dalam festival tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kesenian tradisional di Kota Cilegon.

Menurutnya, kesempatan tampil di panggung internasional perlu dimanfaatkan untuk memperkuat keberadaan Ubrug sekaligus memperluas pengenalannya kepada masyarakat.

“Kami berharap penampilan ini membawa dampak positif bagi kesenian daerah,” katanya.

Ia menilai, pelestarian Ubrug membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pelaku seni, pemerintah, hingga masyarakat.

Dukungan tersebut diperlukan agar kesenian tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Kami ingin generasi muda ikut melestarikan Ubrug agar tetap berkembang,” imbuhnya.

Keberangkatan Tim Ubrug Cilegon ke Pakistan menjadi bukti bahwa kesenian daerah memiliki peluang untuk bersaing di ruang internasional.

Di tengah keterbatasan dukungan anggaran daerah, kolaborasi dan akses pendanaan menjadi faktor penting agar potensi seni lokal dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.***

PT PCM Hari Santri
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien